Saya sering berpikir (tepatnya bertanya-tanya) bagaimana seh alam semesta ini diciptakan? Kalau diciptakan, berarti dulunya alam ini sempat ngga ada, dan kemudian diadakan donk? Nah, kalo alam semesta diadakan, berarti ada sesuatu atau hal yang mengadakannya. Lalu bagaimana sesuatu atau hal yang mengadakan itu ada? Pertanyaan yang beranak-pinak dan terus terngiang di benak saya ketika berpikir tentang itu. Ngga pernah ada jawaban ilmiah yang pasti.
Kadang saya bertanya, mungkinkah alam semesta ini ngga pernah diciptakan? Jika demikian, berarti alam ini selalu ada sejak dulu (entah kapan). Benarkan alam ini abadi seperti itu? Bagaimana keabadian itu bisa dijelaskan? Jika ruang alam ini abadi, maka bagaimana dengan waktu? Apakah waktu juga abadi? Lantas bagaimana keberlangsungannya? Pertanyaan yang juga belum bisa terjawab oleh ilmu pengetahuan masa kini. Panjang dan membingungkan.
Ilmu dan filsafat pun belum punya jawaban yang memuaskan tentang kejadian kosmos ini. Jawaban yang belum punya landasan ilmiah yang kokoh. Masih banyak perdebatan, masih banyak pro dan kontranya. Para ilmuan dan filosof belum semuanya sepakat tentang itu. Teori-teori yang pernah mengemuka, secara umum dapat dibedakan menjadi dua. Kaum materialis menyodorkan Teori Materialismenya. Di pihak lain ada Teori Big Bang (Ledakan Besar) yang didukung oleh dalil-dalil agama.
Kadang saya bertanya, mungkinkah alam semesta ini ngga pernah diciptakan? Jika demikian, berarti alam ini selalu ada sejak dulu (entah kapan). Benarkan alam ini abadi seperti itu? Bagaimana keabadian itu bisa dijelaskan? Jika ruang alam ini abadi, maka bagaimana dengan waktu? Apakah waktu juga abadi? Lantas bagaimana keberlangsungannya? Pertanyaan yang juga belum bisa terjawab oleh ilmu pengetahuan masa kini. Panjang dan membingungkan.
Ilmu dan filsafat pun belum punya jawaban yang memuaskan tentang kejadian kosmos ini. Jawaban yang belum punya landasan ilmiah yang kokoh. Masih banyak perdebatan, masih banyak pro dan kontranya. Para ilmuan dan filosof belum semuanya sepakat tentang itu. Teori-teori yang pernah mengemuka, secara umum dapat dibedakan menjadi dua. Kaum materialis menyodorkan Teori Materialismenya. Di pihak lain ada Teori Big Bang (Ledakan Besar) yang didukung oleh dalil-dalil agama.
Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Inilah yang disebut Teori Materialisme yang juga menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Dalam teori ini, materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan keberadaan apapun selain materi, ditolak. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme Dialektika Karl Marx. Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak berhingga. Konsep yang menyatakan bahwa alam semesta bersifat statis dan bukanlah sesuatu yang diciptakan dari ketiadaan.
Yang masih jadi misteri kemudian selain model keabadian itu sendiri adalah dimensi seperti apa yang bisa melingkupi alam semesta ini sehingga keberadaannya kekal tanpa awal dan akhir? Sebuah tanda tanya besar yang butuh penjabaran panjang dan detail. Paling tidak, saat ini belum ada yang bisa menjawabnya.
Paham yang berseberangan dengan Materialisme yakni Teori Ledakan Besar. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mengalami proses penciptaan. Berawal dari satu titik dengan volume nol dan kepadatan tak hingga, partikel alam semesta kemudian meledak akibat desakan materinya yang tak berhingga padat. Ledakan itulah yang disebut Big Bang sebagai awal dari terciptanya alam semesta. Seiring waktu, alam semesta kian mengembang dalam dimensi ruangnya. Bertolak belakang dengan pemikiran bahwa alam ini statis, penganut teori yang juga dikenal dengan Teori Penciptaan ini meyakini bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Dan sesuai konsep dalam agama-agama, Tuhan dijadikan jawaban atas pertanyaan tentang sebab musabab utama dari proses penciptaan itu.
Jika alam ini berawal dari ketiadaan, maka yang jadi pertanyaan lanjutannya adalah, apakah ketiadaan itu juga memiliki awal sebelum alam materi ini ada? Lalu kapankah awal dari ketiadaan itu? Apakah yang ada sebelum ketiadaan itu ada? Bagaimana pula ketiadaan itu bisa dijelaskan secara ilmiah?
Teori-teori yang saling menentang di atas, keduanya masih memiliki misteri yang memang belum terjawabkan hingga kini. Keduanya masih diembel-embeli pertanyaan yang justru lebih rumit daripada jawaban atas pertanyaan awal, yakni "bagaimanakah kejadian alam semesta ini?"
Rupanya inilah tugas para ilmuan masa kini. Kalau ngga bisa terpecahkan di masa kini, pastinya estafet "kewajiban" untuk menjawabnya mesti diemban oleh ilmuan masa depan. Kalau masih tetap ngga bisa juga (karena mungkin sedemikian sulitnya) biarlah misteri jadi misteri :D
Yang masih jadi misteri kemudian selain model keabadian itu sendiri adalah dimensi seperti apa yang bisa melingkupi alam semesta ini sehingga keberadaannya kekal tanpa awal dan akhir? Sebuah tanda tanya besar yang butuh penjabaran panjang dan detail. Paling tidak, saat ini belum ada yang bisa menjawabnya.
Paham yang berseberangan dengan Materialisme yakni Teori Ledakan Besar. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mengalami proses penciptaan. Berawal dari satu titik dengan volume nol dan kepadatan tak hingga, partikel alam semesta kemudian meledak akibat desakan materinya yang tak berhingga padat. Ledakan itulah yang disebut Big Bang sebagai awal dari terciptanya alam semesta. Seiring waktu, alam semesta kian mengembang dalam dimensi ruangnya. Bertolak belakang dengan pemikiran bahwa alam ini statis, penganut teori yang juga dikenal dengan Teori Penciptaan ini meyakini bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Dan sesuai konsep dalam agama-agama, Tuhan dijadikan jawaban atas pertanyaan tentang sebab musabab utama dari proses penciptaan itu.
Jika alam ini berawal dari ketiadaan, maka yang jadi pertanyaan lanjutannya adalah, apakah ketiadaan itu juga memiliki awal sebelum alam materi ini ada? Lalu kapankah awal dari ketiadaan itu? Apakah yang ada sebelum ketiadaan itu ada? Bagaimana pula ketiadaan itu bisa dijelaskan secara ilmiah?
Teori-teori yang saling menentang di atas, keduanya masih memiliki misteri yang memang belum terjawabkan hingga kini. Keduanya masih diembel-embeli pertanyaan yang justru lebih rumit daripada jawaban atas pertanyaan awal, yakni "bagaimanakah kejadian alam semesta ini?"
Rupanya inilah tugas para ilmuan masa kini. Kalau ngga bisa terpecahkan di masa kini, pastinya estafet "kewajiban" untuk menjawabnya mesti diemban oleh ilmuan masa depan. Kalau masih tetap ngga bisa juga (karena mungkin sedemikian sulitnya) biarlah misteri jadi misteri :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar