Translate

Minggu, 10 Juli 2011

Buku Kehidupan

Lewat kamu kukelilingi dunia, kulintasi dimensi ruang dan waktu
Menjadi saksi sejarah dan jelajahi alam semesta kudapati bersamamu
Darimu kukenal orang-orang besar di seluruh muka bumi ini.
Kau buatku saksikan fenomena-fenomena, menyertai jalannya dunia ini


Saya bukan orang yang hobi membaca. Malah kadang membaca jadi sangat menjemukan buat saya. Saya hanyalah orang yang ingin tahu banyak hal dan mudah penasaran. Salah satu cara yang mau ngga mau harus dijalani untuk memenuhi rasa penasaran saya ya dengan membaca. Jadi, suka ngga suka, saya harus membaca supaya tahu.

Buku jadi benda yang penting sebab lewat buku kita bisa tahu banyak hal, seperti yang saya tuliskan di awal postingan ini. Tak hanya penting tapi juga berharga dan perlu dihormati karena salah satu sumber ilmu ya buku. Kalau saya mengartikannya bahwa buku adalah alat penghubung antara Tuhan (Yang Maha-Tahu) dengan manusia, berkaitan dengan penyampaian ilmu pengetahuan-Nya. Singkat kata, ilmu pengetahuan dari Tuhan disampaikan kepada manusia lewat buku.

Selain jadi penghubung manusia dengan Tuhan, buku juga menjadi simbol alam semesta. Buku adalah bagian kisah perjalanan alam semesta yang maha-luas ini. Ringkasan kisah yang diceritakan berdasarkan pengetahuan dan pemahaman manusia. Mengingat alam semesta adalah pengejawantahan Tuhan maka buku pun memiliki peranan yang sama. Alam membuat manusia mengenal Tuhan dan dari alam pula manusia mendapat ilmu-Nya. Sama halnya dengan buku. Alam dan buku memiliki peran yang sama sebagai penghubung antara manusia dengan Tuhannya.

Buat saya, buku pun tak hanya bisa diartikan secara harfiah. Pengertian buku tidaklah sesempit bahwa buku adalah kumpulan lembar-lembar yang berisi tulisan atau gambar belaka. Saya lebih memaknai buku sebagai segala sesuatu yang bisa membuat kita tahu dan mengerti. Alam sekitar kita, peristiwa yang terjadi sehari-hari, pengajaran yang kita terima dari orang lain, dan lain sebagainya dalam kehidupan ini adalah buku. Segala hal yang terjadi dalam kehidupan pada hakikatnya adalah buku. Karena dari itu semua kita bisa beroleh pelajaran. Kita pun bisa "membacanya" hanya saja dengan cara yang berbeda. Dan orang-orang yang mau belajar pasti bisa mengambil makna dari buku kehidupannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar