Translate

Rabu, 30 Maret 2011

Indonesia Raja

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri, djadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku, hiduplah neg'riku
bangsaku, rakjatku, sem'wanja
Bangunlah djiwanja, bangunlah badannja
untuk Indonesia raja

Indonesia tanah jang mulia, tanah kita jang kaja
Di sanalah aku berada, untuk s'lama-lamanja
Indonesia tanah pusaka, pusaka kita semuanja
Marilah kita mendo'a Indonesia bahagia
Suburlah tanahnja, suburlah djiwanja
bangsanja, rakjatnja, sem'wanja
Sadarlah hatinja, sadarlah budinja
untuk Indonesia raja

Indonesia tanah jang sutji, tanah kita jang sakti
Di sanalah aku berdiri, ndjaga ibu sedjati
Indonesia tanah berseri, tanah jang aku sajangi
Marilah kita berdjandji, Indonesia abadi
S'lamatlah rakjatnja, s'lamatlah putranja
pulaunja, lautnja, sem'wanja
Madjulah neg'rinja, madjulah pandunja
untuk Indonesia raja

Indonesia raja, merdeka, merdeka
Tanahku negriku jang kutjinta
Indonesia raja, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia raja

*Syair lengkap lagu "Indonesia Raya" karya W.R. Supratman
(Dikutip dari "Lukisan Revolusi", 1949)

Senin, 28 Maret 2011

1

 
......

(9/3) – 2 = 1

√(2 x 8) – 3 = 1

5² – (4² + 8) = 1

(6 + 2)/(3 + 5) = 1

(4 x 2) – 7 = 1

(3/8) + (5/8) = 1

.......
 

Jalannya berbeda namun tujuannya sama
Begitu banyak cara menuju Yang Satu


Minggu, 27 Maret 2011

Semua Tentang Cinta

:D Salam cinta kepada para pecinta :D

Dalam hidup ini ngga lengkap rasanya kalau ngga membicarakan tentang cinta. Karena memang semua umat manusia (bahkan mungkin hewan sekalipun) pasti dilengkapi dengan perasaan cinta dalam dirinya. Cinta kepada kekasih, cinta kepada keluarga, cinta kepada sesama, cinta kepada alam, dan yang paling hakiki adalah cinta kepada Tuhan. Begitu luasnya semua tentang cinta ini sehingga di seluruh bidang kehidupan selalu saja ada cinta.

Karena pertimbangan-pertimbangan di atas maka kali ini saya bereksperimen dengan cinta dalam postingan ini.

Eksperimen??

Ya. Saya sebut eksperimen karena memang tak ada yang pasti dalam hal cinta. Semua tergantung perasaan dari tiap-tiap individu, bagaimana dia memaknai dan merasakan cinta itu. Dan pastinya setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda. Maka semua adalah eksperimen, demikian halnya juga dengan saya.

*Tapi sebelumnya, pemberitahuan dulu nih. Cinta yang kita bicarakan di sini saya khususkan tentang cinta kepada kekasih. Karena kalau tentang cinta dibicarakan semua bakal panjang. Cape juga ngetiknya, hehe.


Dalam eksperimen ini, satu hal yang saya temukan adalah bahwa cinta itu kontradiksi. Manis dan pahit, indah dan sakit, senang dan sedih, terangkat dan terjatuh, itulah cinta. Punya dua sisi yang saling bertolak belakang. Satunya membahagiakan, sementara yang lain menikam. Kalau saya ibaratkan, cinta itu seperti pesawat, cinta itu seperti rokok, dan cinta juga seperti mawar. Hehe, kira-kira begitu (hanya kira-kira lho ya, karena kembali lagi seperti pembicaraan di awal bahwa tak ada yang pasti dalam hal cinta). Bahkan mungkin semua orang punya ide-ide lain yang berbeda untuk mengibaratkan cinta (apa aja boleh lah, hehe).

Kalau begitu, sekarang kita bicarakan analogi itu satu per satu. Kenapa saya sebut cinta itu seperti pesawat? Karena berdasarkan eksperimen cinta yang saya lakukan, cinta itu bisa membuat kita terbang lho. Meskipun terbangnya cinta beda dengan terbangnya pesawat tapi pada intinya sama sama terbang lah. Pesawat menerbangkan badan kita, sementara cinta menerbangkan perasaan kita :D
Selain terbang, cinta juga bisa membuat kita terjatuh. Lagi-lagi sama seperti pesawat bukan...

Cinta juga seperti rokok. Bayangin aja, orang yang udah kecanduan rokok bakal jadi keras kepala kalau disuruh berhenti ngerokok. Sama halnya dengan cinta. Kalau udah kena candu asmara, apa aja bisa dilakukan untuk memenuhinya. Rokok juga punya dua sisi yang saling bertolak belakang, mirip banget dengan cinta (seperti yang sudah kita bicarakan di atas). Dalam satu batang rokok ada dua sensasi rasa. Ujung satunya manis, dan ujung sebelahnya membakar.

*Mungkin orang orang yang kenal saya dan ngebaca postingan ini bakal nganggep saya sok tau. Haha, karena saya bicara tentang rokok, eh sementara saya sendiri bukan perokok dan ngga pernah ngerokok, haha. Hm, tapi kan saya tahu info tentang rokok dari orang-orang yang merokok. Itu pun info secara umumnya aja, hehe. Tapi tetep, ngerokok itu berbaha-ha-ha-ha-ya buat kesehatan. So, dont try to smoke guys :D

Dan yang terakhir, berdasarkan eksperimen-eksperimen yang telah saya lakukan (mau sok pinter ceritanya, pake bahasa eksperimen segala, hehe) cinta itu seperti mawar. Siapa yang ngga tahu mawar coba. Semua orang pasti tahu kalau mawar itu identik dengan keindahan. Ya, cinta juga identik dengan keindahan. Tapi hati-hati lho dengan mawar. Karena kalau digenggam terlalu erat, bakal sakit tertusuk durinya. Malah bisa-bisa bikin berdarah, hehe. Cinta juga begitu tu, kalo digenggam terlalu erat alias dipaksa, bakal bikin sakit. Dan bisa-bisa kejadian juga tu yang namanya tragedi berdarah, hahaha...

So, intinya, cinta itu indah, cinta itu menyenangkan, cinta itu membahagiakan. Asalkan kita bisa menjaganya dengan baik dan berhati-hati supaya ngga kena sama yang namanya kontradiksi cinta itu (sebisa mungkin). Maka buat para pecinta, cukup dua kata buat kalian: "silakan bercinta..."
:DD

Kamis, 24 Maret 2011

Positive Thinking


Orang-orang di luar sana sering mengatakan, "Ah itu cuma keberuntungan."
Tapi apa mereka benar-benar tahu upaya apa yang telah diperbuat orang lain untuk meraih kesuksesannya? Orang-orang dengan mudah men-cap orang lain hanya dari apa yang terlihat. Bisa jadi karena tidak tahu atau hanya sebagai alasan karena adanya rasa iri terhadap orang lain.

Saya pun sering bertanya-tanya, "Apa yang disebut dengan keberuntungan itu?"
"Apa ada orang yang beruntung tanpa berusaha?"
"Jika ada, apa iya kita dapat memastikan bahwa seseorang tidak berusaha hanya karena kita tidak melihat usahanya?"
"Mungkin saja mereka justru tekun berusaha di belakang kita, tanpa kita sadari." 
*hehe, berarti orang-orang yang begitu kebanyakan ngga sadarnya kale ya? Mudah-mudahan aja bukan karena mabok :D

Menurut saya setiap usaha (sekecil apa pun) pasti punya hasil. Terlepas dari apakah usaha itu baik atau buruk. Dan keberuntungan itu datang dari besarnya usaha yang kita lakukan secara tepat. Ada orang yang usahanya sedikit tapi tepat, maka ia sukses. Orang-orang menyebutnya beruntung. Tapi ada orang yang berusaha besar dulu baru sukses, mungkin karena usaha yang dilakukan kurang tepat. Jadi, pada dasarnya, keberuntungan ada karena usaha. Tak ada keberuntungan yang datang begitu saja.
*mungkin ada seh, tapi di dunia dongeng, hehe*

Ngomong-ngomong tentang keberuntungan, tentunya kalau ada kata untung, pasti ada pasangannya, yaitu sial. Sama halnya dengan keberuntungan, bagi saya kata sial juga cuma merupakan alasan. Seseorang yang gagal, selalu menyalahkan takdir, merasa dirinya sial. Padahal sesungguhnya takdir itu bisa kita perjuangkan dengan usaha yang keras. Mungkin kegagalan yang kita alami sebenarnya karena kurangnya usaha namun kita tidak menyadari itu. Kita hanya bisa mengkambing-hitamkan takdir dan menyebutnya sial.
*mungkin dalam hidup ini kita emank ngga pernah sadar ya, ckckck :DD

Semoga saja kita tidak tersesat dalam kesalahpahaman-kesalahpahaman seperti itu. Yang buntut-buntutnya akan membuat kita selalu pesimis. Berbahaya bukan??
*buntutnya aja bisa berbahaya, apalagi kepalanya, hahaha...
Mending kita belajar untuk memahami bahwa ngga ada yang namanya sial (angka sial, hari sial, ataupun orang sial). Yang ada cuma kegagalan. Dan tentunya kegagalan itu bakal jadi keberhasilan tergantung pada usaha yang kita perbuat. Dengan itu, kita pasti lebih berpikir positif (bahasa kerennya: positive thinking) dalam menjalani kehidupan kita.

Senin, 21 Maret 2011

Tuhan Ada di Mana-mana

Saya percaya bahwa Tuhan itu ada di mana-mana. Tapi bukan berarti Tuhan itu banyak lho, sampe-sampe bisa tersebar di mana-mana. Yang saya maksudkan di sini, Tuhan itu melingkupi alam semesta ini alias punya kuasa yang sangat besar sehingga Dia tahu apapun yang kita perbuat kapan pun dan di mana pun. So, seolah-olah Dia ada di mana-mana.

*Ups, sebelum lanjut, saya ada permakluman dulu nih. Sebenarnya kata ganti "Dia" atau "-Nya" yang digunakan untuk menyatakan Tuhan menurut saya kurang tepat. Sebab kata ganti "Dia" dan "-Nya" (dalam bahasa Indonesia) merupakan kata ganti orang ketiga. Sementara menurut pemahaman saya, Tuhan itu bukan orang dan tak dapat diwakilkan dengan kata ganti apapun. Jadi sebenarnya saya serba salah di sini, mau pake kata ganti apa. Tapi untuk mempermudah (ingat! hanya untuk mempermudah lho) tanpa bermaksud menganggap Tuhan layaknya orang, maka dengan terpaksa, kata ganti "Dia" dan "-Nya" saya gunakan dalam tulisan ini (dan tulisan-tulisan selanjutnya) untuk merujuk kepada Tuhan. So, harap maklum ya kawan-kawan, hehe.

Lanjut ke pembicaraan tentang Tuhan tadi. Di atas sudah saya tuliskan pemahaman saya tentang keyakinan akan Tuhan yang berada di mana-mana. Saya pun percaya bahwa sebagian besar orang meyakini hal yang sama. Bahwa Tuhan tak hanya ada di sini atau di sana, tetapi di mana saja. Utara, Selatan, Timur, Barat, dan seluruh penjuru. Tuhan ada di langit, Tuhan ada di hutan, Tuhan ada di dasar laut, Tuhan ada di puncak gunung, Tuhan ada di tempat-tempat ibadah, Tuhan ada di kantor, Tuhan ada di pasar, bahkan Tuhan pun ada di ruangan ini, di ruang tempat Anda membaca postingan ini. Tuhan sedang mengamati Anda, mengamati kita semua. Apa pun yang kita lakukan, Dia pasti tahu karena Dia selalu ada.


Dengan pemahaman itu, paling tidak saya sadar bahwa perbuatan buruk (yang paling buruk) yang pernah saya lakukan (bahkan ketika saya sedang sendiri) takkan pernah lepas dari pengatahuan Tuhan. Dan tentunya sebagai manusia yang dilengkapi akal pikiran, saya harus belajar untuk mengurangi itu. Malah kalau bisa, dihilangkan (kalau bisa lho, hehe). Coz malu donk kalo ampe Tuhan ngeliat kita berbuat dosa.

*Mudah-mudahan setiap ada godaan untuk berbuat dosa, saya selalu ingat postingan ini, biar lekas tersadar sebelum terlanjur. Dan tentunya biar ngga dibilang omong doank :D

Selain bisa menyadarkan saya, keyakinan itu juga membuat saya tambah optimis lho. Bayangkan aja, kan Tuhan itu ada di mana-mana, berarti Tuhan akan selalu ada di mana pun kita berada. Tuhan bisa dengan mudahnya mengawasi kita dan melindungi kita, asalkan yakin dan berdoa. Ketika di rumah, saya selalu berdoa supaya diberi rasa nyaman. Ketika di luar rumah, saya selalu berdoa supaya diberi perlindungan. Di mana pun, saya bisa berdoa dengan yakin dan optimis. Tak hanya di tempat ibadah. Di mana saja adalah tempat yang tepat untuk berdoa dan mengingat Tuhan.

Ternyata dengan keyakinan sederhana yang saya pegang (Tuhan ada di mana-mana) sudah dapat menimbulkan kesadaran dan rasa optimis yang luar biasa. Saya yakin para pembaca pun bisa memahaminya dan mengembangkan hingga mendapatkan manfaat yang lebih lagi. Dan mulai sekarang, di mana pun kita berada (di rumah, di sekolah, di rumah sakit, di restoran, di sawah, di pantai, di bukit, dan di mana pun) ingatlah bahwa Tuhan ada bersama kita :D

Keep pray, keep optimist, and be better Guys....
Good Luck ;-)

Sabtu, 19 Maret 2011

Bangunan Tahan Gempa??

Tiba-tiba saja saya ingat kata-kata seorang dosen ketika memberikan kuliahnya di kelas.

Beliau berkata, "Saat ini belum ada teknologi yang mampu mencegah terjadinya gempa, kecuali doa."

Menurut saya pribadi, kata-kata yang terkesan sederhana itu bukan sekadar kata tanpa makna. Kalau dipikir lebih jauh, kata-kata itu punya maksud yang dalam lho. Karena bencana gempa tak dapat dicegah maka tentu kita perlu adanya pengamanan dari bencana tersebut. Baik pengamanan terhadap individu, maupun infrastrukturnya. Satu hal yang harus dilakukan ya tak lain adalah dengan membuat bangunan tahan gempa.

Mengutip ucapan salah seorang Mantan Wakil Presiden Indonesia (Jusuf Kalla), "Gempa tidak dapat membunuh seseorang. Tetapi bangunan lah yang membunuh seseorang."

Maka saya pikir (mumpung maseh bisa mikir nih, hehe) untuk saat ini, tak ada jalan lain selain membuat bangunan yang tahan terhadap gempa. Bicara soal bangunan yang tahan gempa, sebenarnya bangunan seperti apa seh yang dimaksud dengan bangunan tahan gempa??

Pertanyaan itu pun muncul di kepala saya. Dan Lagi-lagi saya teringat dengan kata-kata seorang dosen.

Dalam pengarahannya, dosen tersebut berkata, "Bangunan tahan gempa pada dasarnya bukanlah bangunan yang mampu berdiri kokoh sampai gempa selesai. Tapi bangunan yang dapat menyelamatkan penghuninya pada saat gempa terjadi, yakni bangunan tersebut harus kuat bertahan dalam waktu tertentu sampai semua penghuninya sempat keluar menyelamatkan diri."

Berangkat dari itu, saya mencari tahu dan akhirnya mendapatkan beberapa info secara umum mengenai bangunan tahan gempa.
*Untung-untung dapet. Eh, kalau ngga dapet, postingan ne ngga bakal ada deh, hehe.*

Info ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian saya yakin ini akan mudah diterapkan siapa saja.



1. Agar tahan gempa, bangunan bisa dirancang tidak permanen atau justru benar-benar kokoh.
Keduanya memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Bangunan tidak permanen cenderung lebih murah namun membutuhkan lahan yang luas karena tak dapat dibuat dalam tingkatan yang tinggi. Sementara bangunan yang benar-benar kokoh membutuhkan biaya yang mahal kendati luas lahan yang dibutuhkan relatif lebih kecil.
*so, tinggal pilih aja mau yang mana :-D

2. Membangun dengan konstruksi yang simetris atau berbentuk kotak.
Jika Kolom betonnya dibuat simetris maka strukturnya akan lebih kuat.

3. Struktur bangunan seperti kolom dan slope diperkuat.

4. Unsur nonstruktur dibuat seringan mungkin.
Seringkali orang memandang tembok sebagai unsur struktur, padahal bukan. Tembok fungsinya sebagai penutup. Dalam beberapa kasus, tembok yang dibuat berat malah menjadi pembunuh saat gempa.
*Nah lho, tembok aja udah bisa jadi pembunuh. Waspadalah! Waspadalah!*

5. Slope yang menghubungkan antartiang rumah sebaiknya dibuat lebih ringan daripada tiangnya.
Ketika terjadi guncangan karena gempa, slope yang lebih berat akan mengalami patah di tengah dan menyebabkan kerusakan bangunan.

6. Denah yang terlalu panjang harus dipisahkan, demikian juga dengan denah berbentuk L dan denah berbentuk U.

7. Fondasi dibuat seimbang atau simetris, baik konstruksi maupun kekuatan pendukungnya.

Hm, saya pikir, itu aja deh postingan saya buat hari ini. Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi. Dan khusus buat yang mau membangun, selamat membangun. Semoga bangunnya awet dan tahan lama, hehe.
*(",) ???!*

Kamis, 17 Maret 2011

Bom Meleduk (lagi) di Negeriku Indonesia

Kamis, 17 Maret 2011 Indonesia gempar lagi. Teror bom datang lagi. Kali ini belum jelas siapa dan apa maksud di balik teror yang ngga manusiawi itu. Tapi kali ini cara yang digunakan lebih inovatif lho. Kalau dulu bomnya pake mobil atau bom bunuh diri yang ledakannya masiv, kali ini bomnya pake buku (biar keliatan pinter kale ya, hehe).

Cara udah jelas beda tapi pelaku dan motifnya "may" (maybe sama, maybe beda). Menurut analisis orang-orang pinter (bukan dukun lho) yang di TV-TV seh, ada banyak pendapat tentang itu. Ada yang bilang motif pengalihan isu, ada yang bilang motif politik, ada juga yang bilang motif ideologi. Tapi sayang, ngga ada yang bilang motif batik, haha. Padahal batik kan warisan dunia yang asli made in Indonesia dan harus dilestarikan. *ngelantur*


Back to topic. Kalau alasannya untuk pengalihan isu, saya pikir kasian banget ya. Cuma pengen mengalihkan isu, eh sampe bikin orang-orang pada takut. Mudah-mudahan deh ngga semua orang Indonesia jadi takut. Masak seh kita rela biarin bangsa kita dijadikan bangsa penakut cuma gara-gara bom. Tapi yang jadi pertanyaan BESAR, kalau teror itu dibuat untuk pengalihan isu, siapa ya tokoh yang ngebet banget ngalihin isu itu?? Dan isu apakah yang bikin sang tokoh ngebet banget (lagi-lagi) buat ngalihinnya?? Saya pikir, intinya adalah kejujuran. Kalau memang salah, katakan salah. Jadi kan ngga perlu mengalihkan kesalahan itu dengan isu-isu yang lain.

Kemungkinan kedua yang sering saya denger di TV-TV, teror terjadi sebab alasan politik. Nah lho, kalo udah bicara politik, ruwet dah ne masalahnya. Mungkin ada yang pengen menjatuhkan kredibilitas seseorang, mungkin ada yang pengen bikin kacau negara orang, mungkin ada yang pengen merendahkan kepercayaan terhadap suatu institusi, atau mungkin ada yang cuma sekadar pengen mengusik pemerintahan. Hm, tapi mending jangan terlalu yakin dulu ah, toh juga itu cuma mungkin dan (lagi-lagi) mungkin. Cuma pendapat saya aja kok (pendapat yang didapat begitu aja).

Ada lagi nih motif populer yang sering disebut oleh orang-orang pinter. Motif ideologi. Setahu saya seh, kalau seseorang punya suatu ideologi, orang tersebut tentu ingin menyebarkan ideologinya. Nah, kalo orang tersebut ingin menyebarkan ideologinya, harusnya pake cara-cara yang baik dan manusiawi donk, biar orang lain pada simpati dan mau mengikuti ideologi itu. Bukannya pake teror dan bom-bom. Dan parahnya lagi, ideologi teror itu sering kali mengatasnamakan agama. Kejam banget kan kalo agama dibawa-bawa dalam tindak kriminal?? Malah teror itu dikatakan untuk membela agama. Menurut saya, itu ngga mendasar. Bukankah membela agama tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan agama??

Akan tetapi apapun motif di balik teror itu, marilah kita segenap bangsa Indonesia yang adil dan beradab, dengan tegas mengatakan TIDAK pada terorisme. Usut dan tindak tegas pelaku teror, cegah tindakan-tindakan yang mengarah pada terorisme, dan lakukan deradikalisasi dengan cara damai dan persuasif. Untuk itu, kita perlu bersatu. Bukankah kita memang negara yang tunggal ika?? *serius ceritanya* 

Rabu, 16 Maret 2011

Putra Sang Fajar












Terlahir dalam fajar baru
Kau bangunkan bangsa-bangsa yang tertidur
Bukan karena kelemahan mereka
Tapi harapan yang tak nampak buat mereka

Kau kobarkan jiwa merahmu
Kau tampil sebagai tokoh di zamanmu
Bangkit kau pengaruhi sebuah proses
Jika itu disebut sebagai proses

Ke seluruh penjuru kau tebar semangatmu
Untuk bangsa tertinggal kau berjuang
Dengan teguh kau lampaui batas-batasmu
Berdiri tegak melawan arus dunia

Kepal tanganmu lambangkan semangatmu
Kau angkat ia setinggi langit
Suarakan kebebasan dan pembebasan
Dalam satu irama kemerdekaan

(Tulisan ini saya buat atas kekaguman saya kepada Bung Karno "Putra Sang Fajar")

Selasa, 15 Maret 2011

"Senang Berkenalan dengan Anda"

"Senang berkenalan dengan Anda"

Sebagai penghuni baru di blogspot.com, itulah kalimat pertama yang terlintas di pikiran saya. Rasa senang karena saya dapat berkenalan dengan Anda dan rasa senang karena postingan saya kini dapat Anda lihat di layar Anda. Syukur-syukur kalau itu bisa bermanfaat buat Anda.

Di postingan perdana ini, saya ingin memperkenalkan diri. Karena lazimnya, hal pertama yang perlu dilakukan oleh pendatang baru adalah memperkenalkan dirinya bukan? Nama saya Wira Adinata. Nama itu saya peroleh dari orang tua sejak lahir (sejak lahir, nama itu ngga pernah tergantikan). Saya lahir dan dibesarkan di Pulau Lombok (pulau yang sangat indah).


Saya adalah seorang mahasiswa yang ingin tahu banyak hal. Itulah salah satu yang menyebabkan saya membuat blog ini. Dengan tujuan bisa mendapat info serta berbagi info dengan orang lain. Selain itu tentunya juga untuk mengembangkan pergaulan di dunia (dunia maya). Semoga blog ini dapat saya pergunakan dengan baik.

Blog ini saya beri judul The Divine Prince of Love. Sekadar info, judul itu saya peroleh dari potongan lirik sebuah lagu. Mengapa saya memilih judul seperti itu? Karena harapan untuk selalu ingat kepada Tuhan yang telah menciptakan saya dan "menciptakan" blog ini (tanpa seizin Tuhan, saya yakin blog ini ngga akan terbentuk). Harapan saya, semoga Tuhan "membantu" saya mengisi blog ini dengan hal-hal baik.

Perkenalan singkat ini akan saya tutup dengan ucapan, "Selamat datang untuk para pengunjung blog ini. Semoga bermanfaat. Senang berkenalan dengan Anda."