Translate

Kamis, 17 Maret 2011

Bom Meleduk (lagi) di Negeriku Indonesia

Kamis, 17 Maret 2011 Indonesia gempar lagi. Teror bom datang lagi. Kali ini belum jelas siapa dan apa maksud di balik teror yang ngga manusiawi itu. Tapi kali ini cara yang digunakan lebih inovatif lho. Kalau dulu bomnya pake mobil atau bom bunuh diri yang ledakannya masiv, kali ini bomnya pake buku (biar keliatan pinter kale ya, hehe).

Cara udah jelas beda tapi pelaku dan motifnya "may" (maybe sama, maybe beda). Menurut analisis orang-orang pinter (bukan dukun lho) yang di TV-TV seh, ada banyak pendapat tentang itu. Ada yang bilang motif pengalihan isu, ada yang bilang motif politik, ada juga yang bilang motif ideologi. Tapi sayang, ngga ada yang bilang motif batik, haha. Padahal batik kan warisan dunia yang asli made in Indonesia dan harus dilestarikan. *ngelantur*


Back to topic. Kalau alasannya untuk pengalihan isu, saya pikir kasian banget ya. Cuma pengen mengalihkan isu, eh sampe bikin orang-orang pada takut. Mudah-mudahan deh ngga semua orang Indonesia jadi takut. Masak seh kita rela biarin bangsa kita dijadikan bangsa penakut cuma gara-gara bom. Tapi yang jadi pertanyaan BESAR, kalau teror itu dibuat untuk pengalihan isu, siapa ya tokoh yang ngebet banget ngalihin isu itu?? Dan isu apakah yang bikin sang tokoh ngebet banget (lagi-lagi) buat ngalihinnya?? Saya pikir, intinya adalah kejujuran. Kalau memang salah, katakan salah. Jadi kan ngga perlu mengalihkan kesalahan itu dengan isu-isu yang lain.

Kemungkinan kedua yang sering saya denger di TV-TV, teror terjadi sebab alasan politik. Nah lho, kalo udah bicara politik, ruwet dah ne masalahnya. Mungkin ada yang pengen menjatuhkan kredibilitas seseorang, mungkin ada yang pengen bikin kacau negara orang, mungkin ada yang pengen merendahkan kepercayaan terhadap suatu institusi, atau mungkin ada yang cuma sekadar pengen mengusik pemerintahan. Hm, tapi mending jangan terlalu yakin dulu ah, toh juga itu cuma mungkin dan (lagi-lagi) mungkin. Cuma pendapat saya aja kok (pendapat yang didapat begitu aja).

Ada lagi nih motif populer yang sering disebut oleh orang-orang pinter. Motif ideologi. Setahu saya seh, kalau seseorang punya suatu ideologi, orang tersebut tentu ingin menyebarkan ideologinya. Nah, kalo orang tersebut ingin menyebarkan ideologinya, harusnya pake cara-cara yang baik dan manusiawi donk, biar orang lain pada simpati dan mau mengikuti ideologi itu. Bukannya pake teror dan bom-bom. Dan parahnya lagi, ideologi teror itu sering kali mengatasnamakan agama. Kejam banget kan kalo agama dibawa-bawa dalam tindak kriminal?? Malah teror itu dikatakan untuk membela agama. Menurut saya, itu ngga mendasar. Bukankah membela agama tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan agama??

Akan tetapi apapun motif di balik teror itu, marilah kita segenap bangsa Indonesia yang adil dan beradab, dengan tegas mengatakan TIDAK pada terorisme. Usut dan tindak tegas pelaku teror, cegah tindakan-tindakan yang mengarah pada terorisme, dan lakukan deradikalisasi dengan cara damai dan persuasif. Untuk itu, kita perlu bersatu. Bukankah kita memang negara yang tunggal ika?? *serius ceritanya* 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar