Tiba-tiba saja saya ingat kata-kata seorang dosen ketika memberikan kuliahnya di kelas.
Beliau berkata, "Saat ini belum ada teknologi yang mampu mencegah terjadinya gempa, kecuali doa."
Menurut saya pribadi, kata-kata yang terkesan sederhana itu bukan sekadar kata tanpa makna. Kalau dipikir lebih jauh, kata-kata itu punya maksud yang dalam lho. Karena bencana gempa tak dapat dicegah maka tentu kita perlu adanya pengamanan dari bencana tersebut. Baik pengamanan terhadap individu, maupun infrastrukturnya. Satu hal yang harus dilakukan ya tak lain adalah dengan membuat bangunan tahan gempa.
Mengutip ucapan salah seorang Mantan Wakil Presiden Indonesia (Jusuf Kalla), "Gempa tidak dapat membunuh seseorang. Tetapi bangunan lah yang membunuh seseorang."
Maka saya pikir (mumpung maseh bisa mikir nih, hehe) untuk saat ini, tak ada jalan lain selain membuat bangunan yang tahan terhadap gempa. Bicara soal bangunan yang tahan gempa, sebenarnya bangunan seperti apa seh yang dimaksud dengan bangunan tahan gempa??
Mengutip ucapan salah seorang Mantan Wakil Presiden Indonesia (Jusuf Kalla), "Gempa tidak dapat membunuh seseorang. Tetapi bangunan lah yang membunuh seseorang."
Maka saya pikir (mumpung maseh bisa mikir nih, hehe) untuk saat ini, tak ada jalan lain selain membuat bangunan yang tahan terhadap gempa. Bicara soal bangunan yang tahan gempa, sebenarnya bangunan seperti apa seh yang dimaksud dengan bangunan tahan gempa??
Pertanyaan itu pun muncul di kepala saya. Dan Lagi-lagi saya teringat dengan kata-kata seorang dosen.
Dalam pengarahannya, dosen tersebut berkata, "Bangunan tahan gempa pada dasarnya bukanlah bangunan yang mampu berdiri kokoh sampai gempa selesai. Tapi bangunan yang dapat menyelamatkan penghuninya pada saat gempa terjadi, yakni bangunan tersebut harus kuat bertahan dalam waktu tertentu sampai semua penghuninya sempat keluar menyelamatkan diri."
Berangkat dari itu, saya mencari tahu dan akhirnya mendapatkan beberapa info secara umum mengenai bangunan tahan gempa.
*Untung-untung dapet. Eh, kalau ngga dapet, postingan ne ngga bakal ada deh, hehe.*
Info ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian saya yakin ini akan mudah diterapkan siapa saja.
1. Agar tahan gempa, bangunan bisa dirancang tidak permanen atau justru benar-benar kokoh.
Keduanya memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Bangunan tidak permanen cenderung lebih murah namun membutuhkan lahan yang luas karena tak dapat dibuat dalam tingkatan yang tinggi. Sementara bangunan yang benar-benar kokoh membutuhkan biaya yang mahal kendati luas lahan yang dibutuhkan relatif lebih kecil.
Info ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian saya yakin ini akan mudah diterapkan siapa saja.
1. Agar tahan gempa, bangunan bisa dirancang tidak permanen atau justru benar-benar kokoh.
Keduanya memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Bangunan tidak permanen cenderung lebih murah namun membutuhkan lahan yang luas karena tak dapat dibuat dalam tingkatan yang tinggi. Sementara bangunan yang benar-benar kokoh membutuhkan biaya yang mahal kendati luas lahan yang dibutuhkan relatif lebih kecil.
*so, tinggal pilih aja mau yang mana :-D
2. Membangun dengan konstruksi yang simetris atau berbentuk kotak.
Jika Kolom betonnya dibuat simetris maka strukturnya akan lebih kuat.
3. Struktur bangunan seperti kolom dan slope diperkuat.
4. Unsur nonstruktur dibuat seringan mungkin.
Seringkali orang memandang tembok sebagai unsur struktur, padahal bukan. Tembok fungsinya sebagai penutup. Dalam beberapa kasus, tembok yang dibuat berat malah menjadi pembunuh saat gempa.
2. Membangun dengan konstruksi yang simetris atau berbentuk kotak.
Jika Kolom betonnya dibuat simetris maka strukturnya akan lebih kuat.
3. Struktur bangunan seperti kolom dan slope diperkuat.
4. Unsur nonstruktur dibuat seringan mungkin.
Seringkali orang memandang tembok sebagai unsur struktur, padahal bukan. Tembok fungsinya sebagai penutup. Dalam beberapa kasus, tembok yang dibuat berat malah menjadi pembunuh saat gempa.
*Nah lho, tembok aja udah bisa jadi pembunuh. Waspadalah! Waspadalah!*
5. Slope yang menghubungkan antartiang rumah sebaiknya dibuat lebih ringan daripada tiangnya.
5. Slope yang menghubungkan antartiang rumah sebaiknya dibuat lebih ringan daripada tiangnya.
Ketika terjadi guncangan karena gempa, slope yang lebih berat akan mengalami patah di tengah dan menyebabkan kerusakan bangunan.
6. Denah yang terlalu panjang harus dipisahkan, demikian juga dengan denah berbentuk L dan denah berbentuk U.
7. Fondasi dibuat seimbang atau simetris, baik konstruksi maupun kekuatan pendukungnya.
6. Denah yang terlalu panjang harus dipisahkan, demikian juga dengan denah berbentuk L dan denah berbentuk U.
7. Fondasi dibuat seimbang atau simetris, baik konstruksi maupun kekuatan pendukungnya.
Hm, saya pikir, itu aja deh postingan saya buat hari ini. Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi. Dan khusus buat yang mau membangun, selamat membangun. Semoga bangunnya awet dan tahan lama, hehe.
*(",) ???!*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar