:D Salam cinta kepada para pecinta :D
Dalam hidup ini ngga lengkap rasanya kalau ngga membicarakan tentang cinta. Karena memang semua umat manusia (bahkan mungkin hewan sekalipun) pasti dilengkapi dengan perasaan cinta dalam dirinya. Cinta kepada kekasih, cinta kepada keluarga, cinta kepada sesama, cinta kepada alam, dan yang paling hakiki adalah cinta kepada Tuhan. Begitu luasnya semua tentang cinta ini sehingga di seluruh bidang kehidupan selalu saja ada cinta.
Karena pertimbangan-pertimbangan di atas maka kali ini saya bereksperimen dengan cinta dalam postingan ini.
Eksperimen??
Ya. Saya sebut eksperimen karena memang tak ada yang pasti dalam hal cinta. Semua tergantung perasaan dari tiap-tiap individu, bagaimana dia memaknai dan merasakan cinta itu. Dan pastinya setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda. Maka semua adalah eksperimen, demikian halnya juga dengan saya.
*Tapi sebelumnya, pemberitahuan dulu nih. Cinta yang kita bicarakan di sini saya khususkan tentang cinta kepada kekasih. Karena kalau tentang cinta dibicarakan semua bakal panjang. Cape juga ngetiknya, hehe.
*Tapi sebelumnya, pemberitahuan dulu nih. Cinta yang kita bicarakan di sini saya khususkan tentang cinta kepada kekasih. Karena kalau tentang cinta dibicarakan semua bakal panjang. Cape juga ngetiknya, hehe.
Dalam eksperimen ini, satu hal yang saya temukan adalah bahwa cinta itu kontradiksi. Manis dan pahit, indah dan sakit, senang dan sedih, terangkat dan terjatuh, itulah cinta. Punya dua sisi yang saling bertolak belakang. Satunya membahagiakan, sementara yang lain menikam. Kalau saya ibaratkan, cinta itu seperti pesawat, cinta itu seperti rokok, dan cinta juga seperti mawar. Hehe, kira-kira begitu (hanya kira-kira lho ya, karena kembali lagi seperti pembicaraan di awal bahwa tak ada yang pasti dalam hal cinta). Bahkan mungkin semua orang punya ide-ide lain yang berbeda untuk mengibaratkan cinta (apa aja boleh lah, hehe).
Kalau begitu, sekarang kita bicarakan analogi itu satu per satu. Kenapa saya sebut cinta itu seperti pesawat? Karena berdasarkan eksperimen cinta yang saya lakukan, cinta itu bisa membuat kita terbang lho. Meskipun terbangnya cinta beda dengan terbangnya pesawat tapi pada intinya sama sama terbang lah. Pesawat menerbangkan badan kita, sementara cinta menerbangkan perasaan kita :D
Selain terbang, cinta juga bisa membuat kita terjatuh. Lagi-lagi sama seperti pesawat bukan...
Cinta juga seperti rokok. Bayangin aja, orang yang udah kecanduan rokok bakal jadi keras kepala kalau disuruh berhenti ngerokok. Sama halnya dengan cinta. Kalau udah kena candu asmara, apa aja bisa dilakukan untuk memenuhinya. Rokok juga punya dua sisi yang saling bertolak belakang, mirip banget dengan cinta (seperti yang sudah kita bicarakan di atas). Dalam satu batang rokok ada dua sensasi rasa. Ujung satunya manis, dan ujung sebelahnya membakar.
*Mungkin orang orang yang kenal saya dan ngebaca postingan ini bakal nganggep saya sok tau. Haha, karena saya bicara tentang rokok, eh sementara saya sendiri bukan perokok dan ngga pernah ngerokok, haha. Hm, tapi kan saya tahu info tentang rokok dari orang-orang yang merokok. Itu pun info secara umumnya aja, hehe. Tapi tetep, ngerokok itu berbaha-ha-ha-ha-ya buat kesehatan. So, dont try to smoke guys :D
*Mungkin orang orang yang kenal saya dan ngebaca postingan ini bakal nganggep saya sok tau. Haha, karena saya bicara tentang rokok, eh sementara saya sendiri bukan perokok dan ngga pernah ngerokok, haha. Hm, tapi kan saya tahu info tentang rokok dari orang-orang yang merokok. Itu pun info secara umumnya aja, hehe. Tapi tetep, ngerokok itu berbaha-ha-ha-ha-ya buat kesehatan. So, dont try to smoke guys :D
Dan yang terakhir, berdasarkan eksperimen-eksperimen yang telah saya lakukan (mau sok pinter ceritanya, pake bahasa eksperimen segala, hehe) cinta itu seperti mawar. Siapa yang ngga tahu mawar coba. Semua orang pasti tahu kalau mawar itu identik dengan keindahan. Ya, cinta juga identik dengan keindahan. Tapi hati-hati lho dengan mawar. Karena kalau digenggam terlalu erat, bakal sakit tertusuk durinya. Malah bisa-bisa bikin berdarah, hehe. Cinta juga begitu tu, kalo digenggam terlalu erat alias dipaksa, bakal bikin sakit. Dan bisa-bisa kejadian juga tu yang namanya tragedi berdarah, hahaha...
So, intinya, cinta itu indah, cinta itu menyenangkan, cinta itu membahagiakan. Asalkan kita bisa menjaganya dengan baik dan berhati-hati supaya ngga kena sama yang namanya kontradiksi cinta itu (sebisa mungkin). Maka buat para pecinta, cukup dua kata buat kalian: "silakan bercinta..."
So, intinya, cinta itu indah, cinta itu menyenangkan, cinta itu membahagiakan. Asalkan kita bisa menjaganya dengan baik dan berhati-hati supaya ngga kena sama yang namanya kontradiksi cinta itu (sebisa mungkin). Maka buat para pecinta, cukup dua kata buat kalian: "silakan bercinta..."
:DD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar