Translate

Jumat, 29 April 2011

Ketuhanan yang Maha-Esa

Ketuhanan yang Maha-Esa merupakan sisi spiritual dari filsafat Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia. Ini umum dimaknai sebagai keyakinan akan Tuhan yang Tunggal atau satu Tuhan (Monotheisme). Butir pertama dalam Pancasila ini tentunya bukan sekadar paham yang diperoleh begitu saja. Semua agama besar di dunia, lebih khusus lagi di Indonesia meyakini bahwa hanya ada satu Zat atau Hal yang menjadi awal atau sumber dari alam semesta. Itulah yang disebut dengan Tuhan. Maka sudah merupakan sebuah kewajaran jika filsafat bangsa Indonesia, yang notabene heterogen (dalam hal ini dari segi agama) mengangkat suatu format paham spiritual yang sudah diyakini bersama, untuk dijadikan salah satu dasar negara.

Seperti yang kita ketahui bersama, Ketuhanan yang Maha-Esa diambil dari khasanah spiritual bangsa Indonesia. Ideologi ini mengakomodir semua keyakinan dan agama yang ada di Indonesia dengan menarik persamaan di antara kesemuanya. Dengan demikian sila yang dilambangkan dengan "bintang berwarna kuning emas" ini telah menjadi benang merah dari segala paham keagamaan di negeri ini. Tak hanya sampai di situ, sila tentang ketuhanan ini pun bisa menjawab tantangan perkembangan zaman. Atas dasar penafsiran filsafatnya yang tidak kaku, ideologi Ketuhanan yang Maha-Esa memungkinkan semua agama boleh hidup dengan aman, damai, dan bebas di negeri ini ke depannya.




Kendati demikian, masih ada saja golongan yang menganggap dasar negara ini tidak dilandaskan atas nilai-nilai agama. Padahal dalam kitab-kitab suci semua agama besar, apalagi yang tumbuh di Indonesia sudah jelas mendukung eksistensi dasar negara ini. Maka untuk menambah rasa nasionalisme dan membuka pikiran kita untuk melihat dasar negara secara lebih objektif, di bawah ini saya kutipkan ayat-ayat dari kitab suci, konsep, dan beberapa catatan berbagai agama besar di Indonesia dan di dunia yang justru memperkuat alasan mengapa dasar negara yang berazaskan Ketuhanan yang Maha-Esa ini harus dipertahankan demi kepentingan bersama.


A. Islam

Dikutip dari terjemahan ayat-ayat dalam Al-Quran:

"Katakanlah, Dialah Allah yang Maha-Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
[Al-Ikhlas 112: 1-4]

"Tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku."
[Al-Anbiya 21: 35]

"Katakanlah bahwa saya diperintahkan, hendaklah saya menyembah pada Allah dan saya tidak menyekutukan-Nya. Saya mengajak kepada-Nya dan kepada-Nya tempat kembali. Katakanlah bahwasanya diwahyukan kepadaku, sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu, maka apakah kamu taslim (pada hak)?
[Ar-Rad 13: 36]

"Apakah ada Tuhan (yang benar) selain Allah? Maha-Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). Apakah ada Tuhan (yang benar) selain Allah? Katakanlah: 'Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.'"
[An-Naml 27: 63-64]

"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
[Al-Baqarah 2: 22]


B. Kristen

Dikutip dari terjemahan ayat-ayat Alkitab Perjanjian Baru:

"Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama adalah, 'Dengarlah, hai Israel, adapun Allah Tuhan kita, adalah Tuhan yang esa."
[Markus 12: 29]

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
[Yohanes 17: 3]

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara Allah dan manusia, yaitu Kristus Yesus."
[1 Timotius 2: 5]

"Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: 'Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?' Jawab Yesus: 'Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik. Hanya satu yang baik, itulah Tuhan.'"
[Matius 19: 16-17]

"Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu. Dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti."
[Matius 4: 10]


C. Hindu

Dikutip dari terjemahan ayat-ayat (mantra-mantra) dalam Veda:

"Mereka menyebut-Nya dengan Indra, Mitra, Varuna, dan Agni. Beliau yang bersayap keemasan Garutman. Beliau esa, orang bijaksana menyebut-Nya dengan banyak nama: Indra, Yama, Marisvan."
[Rg. Veda I. 64. 46]

"Bapak kami, Pencipta kami, Penguasa kami, Yang mengetahui semua tempat, segala yang ada. Dialah satu-satunya, memakai nama dewa yang berbeda-beda. Dialah yang dicari oleh semua makhluk dengan renungan."
[Rg. Veda X. 82-3: Yajur dan Atharvaved II. 1. 3]

"Tuhan yang Maha-Esa, Engkau adalah guru agung, penuh kebijaksanaan, menganugerahkan karunia kepada mereka yang bersinar cemerlang. Semoga para pencari pengetahuan spiritual mengetahui rahasia 33 dewa."
[Rg. Veda]

"Tuhan adalah satu."
[Chandogya Upanishad, pasal 6 bagian 2 ayat 1]

"Dia yang tidak memiliki ibu bapak dan tidak memiliki tuan. Tidak ada yang serupa dengan-Nya."
[Sweta Sutara Upanishad, pasal 6 ayat 9 dan pasal 4 ayat 19]


D. Buddha

Dikutip dari terjemahan sabda Sang Buddha dan catatan agama Buddha lainnya:
 
"Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang tidak dilahirkan, Yang tidak menjelma, Yang tidak tercipta, Yang mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang tidak dilahirkan, Yang tidak menjelma, Yang tidak diciptakan, Yang mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang tidak dilahirkan, Yang tidak menjelma, Yang tidak tercipta, Yang mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tuhan adalah suatu yang tidak dilahirkan, tidak dijelmakan, tidak diciptakan dan yang mutlak."
[Sutta Pitaka, Udana VIII : 3]

"Yang Tunggal tidak lain dari semuanya, dan semuanya tidak lain dari Yang Tunggal. Peganglah ini dan yang lainnya akan ikut dengan sendirinya."
[Syair "Kepercayaan dalam Hati" yang ditulis oleh Seng Tsan]


E. Konghucu

Konsep Ketuhanan menurut Konghucu yang telah diterjemahkan:
1. Sepenuh Iman kepada Tuhan yang Maha-Esa
2. Sepenuh Iman Menjunjung Kebajikan
3. Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang
4. Sepenuh Iman Percaya Adanya Nyawa dan Roh
5. Sepenuh Iman Memupuk Cita Berbakti


Selain kelima agama besar yang ada di Indonesia itu, agama-agama besar dunia lainnya pun meyakini akan Ketuhanan yang Mahaesa. Berikut dituliskan beberapa di antaranya, beserta ayat dan sumber yang mendukungnya:


F.  Sikh

Dikutip dari terjemahan Kitab Sri Guru Granth Shahib vol. 1 pasal 1 ayat 1 yang disebut Japoji mul Mantra:
"Hanya ada satu Tuhan yang eksis. Tuhan yang tidak tampak wujud-Nya atau Ek Omkara."


G. Bahai

Dikutip dari terjemahan sabda Bahaullah, pendiri agama Bahai:

"Tiada keraguan apapun bahwa semua manusia di dunia, dari bangsa dan agama apapun, memperoleh ilmu mereka dari satu Sumber Surgawi, dan merupakan hamba dari satu Tuhan."

"Katakanlah wahai engkau para kekasih Tuhan yang Maha-Esa! Berupayalah agar engkau sungguh-sungguh mengenal dan mengetahui Dia dan menjalankan perintah-perintah-Nya dengan benar."

"Tujuan Tuhan yang Maha-Esa - diluhurkanlah kemuliaan-Nya - dalam menyatakan diri-Nya kepada manusia adalah untuk memunculkan permata-permata yang tersembunyi dalam tambang diri sejati dan inti manusia. Pada hari ini hakikat keyakinan dan agama Tuhan adalah agar bermacam-macam umat beragama di bumi dan berbagai sistem kepercayaan keagamaan tidak dibiarkan memupuk rasa permusuhan di antara umat manusia. Azas-azas dan hukum-hukum semua agama, sistem-sistem-Nya yang teguh dan agung, berasal dari satu Sumber dan merupakan sinar-sinar dari satu Cahaya."


H. Tao

Dikutip dari terjemahan Kitab Tao Te Ching bab XXV:
"Ada satu kehidupan, mengagumkan, sempurna. Ia ada sebelum langit dan bumi ada. Alangkah tenangnya! Alangkah rohaninya! Ia mandiri dan tidak berubah. Ia berputar terus menerus, tetapi tidak menderita karenanya. Semua kehidupan bersumber dari diri-Nya. Ia menyelimuti segalanya dengan cinta-Nya ibarat jubah."


I. Yahudi

Dikutip dari terjemahan ayat-ayat Kitab Perjanjian Lama:

"Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku. Jangan buat patung yang menyerupai apa pun yg ada di langit dan di bumi dan di dalam air. Jangan menyembah pada patung-patung itu karena Aku adalah Tuhan yang cemburu."
[Keluaran 20: 1-5]

"Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!"
[Ulangan 6: 4]

"Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh."
[Maleakhi 2: 15]

"Supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah yang dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan, dan tidak ada juru selamat selain Aku."
[Yesaya 43: 10-11]

"Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain Aku."
[Yesaya 44: 6]


J. Majusi

Dikutip dari terjemahan Kitab Awesta, Buku Kitab Yasna pasal 31 ayat 7-11:
"Tuhan adalah Sang Pecipta Maha-Besar, tidak memiliki anak dan orang tua."


Semoga beberapa kutipan ayat di atas bisa membuka pandangan kita untuk berpikir lebih jernih bahwa Ketuhanan yang Maha-Esa adalah azas kita bersama. Azas agama kita, yang juga azas negara kita. Tak ada alasan yang tepat buat siapa pun untuk menggantinya, apalagi hanya dengan alasan 'tidak sesuai dengan nilai agama'. Bukankah sudah jelas bahwa agama pun berdasarkan pada prinsip yang sama, Ketuhanan yang Maha-Esa.

Note:
Tulisan ini saya buat akibat maraknya penolakan terhadap dasar negara oleh beberapa golongan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Minggu, 24 April 2011

Pepatah Gunungsari

"Orang yang tidak mampu mengelola masalahnya dengan cerdas akan melampiaskannya dengan cara emosi."

"Kita ada karena perbedaan. Kita hidup di tengah perbedaan. Karena itulah maka kita harus menghormati perbedaan."

"Cuma anak-anak yang lekas saling menghina. Tapi orang yang berpikir dewasa tentu akan menahan diri."

"Nama adalah doa dan harapan orangtua yang dipercayakan kepada kita. Maka tugas kita adalah mewujudkan agar nama itu menjadi nyata."

"Untuk membentuk keluarga harmonis dibutuhkan rasa percaya dan saling menjaga kepercayaan."

"Hati-hati dengan apa yang kita pikirkan. Karena apa yang kita pikirkan mencerminkan siapa kita sebenarnya."

"Setiap pilihan selalu ada baik dan buruknya."

"Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tak perlu dibanding-bandingkan."

"Sesuatu yang dilakukan dengan keterpaksaan takkan pernah berakhir dengan sempurna."

"Kalau kita berani memulai, mungkin kita bisa gagal. Tapi kalau tak berani memulai, sudah pasti kita gagal."

"Jangan pernah takut untuk berbeda karena perbedaan adalah anugerah Tuhan yang tanpanya dunia akan jadi membosankan."

"Cinta itu mempunyai kelembutan sekaligus kekuatan untuk menerbangkan dua hati yang dilanda asmara."

"Dalam kehidupan dan diri manusia itu ada surga dan neraka, ada malaikat dan iblis yang berperang dan saling mengendalikan."

"Tuhan akan membawa kita pergi ke mana arah kaki kita melangkah."

"Pengorbanan sejati ada mana kala kita berkorban tanpa merasa bahwa pengorbanan yang kita perbuat adalah sebuah pengorbanan."

"Perang adalah cara terakhir untuk menyelesaikan masalah."

"Perbedaan itu pasti. Persatuan itu pilihan. Setiap orang pasti berbeda. Tapi orang-orang yang mau bersatu tak akan mempermasalahkan segala perbedaan itu."

"Segala yang sulit, bahkan ajaib bukan berarti tidak bisa diwujudkan."

"Pemberani sejati adalah seseorang yang berani mengakui kesalahannya jika ia memang benar-benar salah."

"Sesungguhnya 'dosa' itu timbul dari rasa bersalah."

"Setiap hari adalah anugerah yang diberikan oleh kehidupan kepada kita. Maka sudah seharusnya kita mengisinya dengan kebaikan dan rasa syukur."

"Usaha yang ditambah dengan keyakinan akan membuahkan keberhasilan."

"Setiap tetes keringat yang tercucur pasti punya arti."

"Dalam penderitaan itu ada pelajaran. Orang akan lebih bijak jika telah dicoba dengan penderitaan."

"Siapa pun yang cinta dan berserah diri kepada Tuhan, mereka senantiasa ikhlas dan bahagia dalam menjalani kehidupan. Karena segala yang terjadi dalam hidup ini tak lain adalah kehendak-Nya."

"Hidup ini adalah perjuangan yang indah."

"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang rela mengorbankan kekuasaan demi kepentingan rakyat. Bukannya pemimpin yang mengorbankan kepentingan rakyat hanya demi sebuah kekuasaan."

"Saat kita tertawa bahagia di sini, ingatlah masih ada saudara-saudara kita yang sedang berduka di belahan Bumi yang lain."

"Jangan cepat percaya dengan apa yang terdengar sebelum kita benar-benar mengerti."

"Nasib buruk bukan untuk diratapi tetapi untuk diubah."

"Segalanya bisa saja terjadi, bahkan sesuatu yang tak bisa terpikirkan oleh nalar sekalipun."

"Jangan lihat orangnya, tapi dengar kata-katanya."

"Keberuntungan terjadi bukan karena kebetulan tapi karena usaha keras."

"Jadikanlah masa lalu sebagai pelajaran, masa kini sebagai pegangan hidup, dan masa depan sebagai harapan yang harus diperjuangkan."

"Kita tidak bisa memaksakan keadaan. Kita hanya bisa menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa terlarut dan terbawa arus keadaan."

"Diam itu tidak selamanya emas."

"Karena waktu tak bisa diperlambat, maka kita harus berupaya lebih cepat."

"Lukisan jadi indah karena tercipta dari penyatuan warna-warna yang berbeda. Lagu jadi indah karena adanya harmonisasi nada-nada yang berbeda. Perbedaan itu indah jika disatukan dalam sebuah harmoni."

"Keikhlasan akan membuat kesedihan menjadi kebahagiaan dan membuat kebahagiaan menjadi lebih membahagiakan lagi."

"Ambillah manfaat dan pelajaran dari setiap peristiwa, bukannya hanya menjalani peristiwa itu."

"Jalan panjang takkan terlewati tanpa dilintasi. Samudera yang luas takkan terseberangi tanpa diarungi."

"Hidup ini adalah kumpulan persepsi-persepsi. Tak ada kenyataan, tak ada kebenaran yang abadi."

"Kita boleh saja menyayangi apa yang kita miliki, tapi kita pun harus menyadari bahwa segala yang kita miliki itu suatu saat pasti akan meninggalkan kita."

"Jika kau mencari Tuhanmu, temui Dia di dalam hatimu."

"Apapun yang terjadi, baik dan buruk adalah kehendak Tuhan yang harus kita terima dan jalani."

"Cinta bukan hanya untuk dikatakan, tetapi lebih baik jika dinyatakan."

"Kebahagiaan hidup yang sejati akan dimiliki seseorang ketika ia telah mampu menikmati penderitaannya."

"Ikhlas, mudah diucapkan namun susah dilakukan."

"Obat memang pahit, tapi agar lekas sembuh, kita harus meminumnya."

"Kita mungkin tak bisa mengubah orang lain. Tapi yakinlah, kita masih bisa menginspirasi orang lain untuk berubah."

(Tulisan ini saya beri judul "Pepatah Gunungsari" sebab ini merupakan isi kepala alias pikiran-pikiran yang saya tulis di Gunungsari, tempat tinggal saya)

Sosok di Balik Simbol Kartu Raja

Usut punya usut ternyata empat simbol raja pada kartu remi melambangkan empat raja yang terkenal di zamannya masing-masing.
*Tepatnya, raja-raja di negeri-negeri Barat sebelum masehi dan awal-awal masehi.

Kenapa raja-raja dari Barat yang dipilih ya?
Mungkin saja pencetus kartu remi berasal dari Barat juga.

Lalu kenapa dipilih raja-raja yang hidup di zaman kuno?
Mungkin kartu remi memang sudah diciptakan semenjak zaman itu. Atau mungkin hanya untuk menambah kesan klasik dari permainan kartu itu sendiri.

Aduuhh, ketimbang bingung-bingung mikirinnya, langsung aja, berikut cuplikan mengenai keempat raja yang disimbolkan dalam kartu remi tersebut. Diurutkan berdasar tahun kelahirannya:



A. King Sekop - Raja Daud

Kartu berlambang sekop yang di dalamnya digambarkan sesosok raja yang menggenggam pedang putih melambangkan Raja Daud/David Rex, seorang raja kedua sekaligus terbesar dari bangsa Israel. Raja Daud yang hidup sekitar tahun 1010 sampai 970 SM telah mempersatukan Israel dan Yehuda. Dia mendirikan suatu kerajaan yang kuat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Daud menghabiskan masa mudanya dengan menggembalakan domba, ia kemudian masuk ke istana Raja Saul sebagai pemetik harpa. Semenjak masih muda, ia telah menyertai tentara Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestina/Filistin yang dipimpin Jalut (Goliath). Daudlah yang berhasil membunuh Jalut sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Daud menggantikannya sebagai raja.

Dalam tradisi keagamaan Israel, sang raja menjadi perantara Ilahi dan umat-Nya, yang disebut sebagai nabi dan rasul-Nya. Maka dipercaya bahwa kepadanyalah kitab Zabur diturunkan. Daud pula lah yang memulai pembangunan Bait Suci yang kemudian diselesaikan oleh anaknya, Sulaiman/Salomo. Ketika wafat, kerajaannya terbentang dari Sungai Eufrat di bagian timur laut sampai ke Teluk Aqaba di bagian tenggara. Sesudah kematiannya, Daud digantikan oleh putranya, Sulaiman/Salomo.


B. King Keriting - Alexander the Great

Alexander the Great atau Iskandar Agung dilambangkan sebagai seorang raja berambut ikal yang dengan gagahnya memegang sebilah pedang. Itu tergambarkan dalam kartu remi king keriting. Alexander the Great sebenarnya adalah penakluk terbesar di dunia pada zaman dahulu (Sebelum Masehi). Dilahirkan pada 356 SM di Pella, Makedonia. Ia putra dari Raja Philip II dan Olympias. Alexander kecil adalah murid dari filosof ternama, Aristoteles.

Pada masa kekuasaannya, Alexander the Great memerintah atas suatu kekaisaran yang sangat luas, yang menancapkan kekuasaannya di Eropa maupun Asia. Ia pun berhasil menyebarkan kebudayaan dan bahasa Yunani ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 333 SM, Alexander melakukan pertempuran yang hebat melawan Darius III, raja Persia, di Issus (sekarang Turki). Alexander menggunakan pergerakan pasukannya untuk mengacau dan mengalahkan tentara Persia yang jauh lebih besar.

Alexander kemudian bergerak ke Mesir di mana rakyat menyambutnya tanpa perlawanan dan imam-imam agung mengangkatnya sebagai dewa. Alexander menghabiskan beberapa tahun berikutnya dengan memperluas kebudayaan Yunani ke seluruh kekaisarannya yang sedang bertumbuh dan memadukan bangsa Yunani, Persia, Makedonia ke dalam satu kelompok etnis. Alexander pun meninggal di tahun 323 SM pada perjalanan pulang setelah pertempurannya melawan pasukan India di Sungai Indus. Dia dikuburkan di Alexandria, Mesir, sebuah kota yang telah didirikannya.


C. King Wajik - Julius Caesar

Raja dalam kartu king wajik adalah satu-satunya raja yang tergambar menghadap ke samping dan bersenjatakan kapak merah. Dialah yang dilambangkan sebagai Julius Caesar. Raja dari Kekaisaran Romawi yang sangat terkenal itu adalah pemimpin militer yang brilian dan penguasa tunggal yang pertama dari kekaisarannya. Gaius Julius Caesar (110-44 SM) dilahirkan dari sebuah keluarga bangsawan. Dia memperoleh pendidikan baik dan sebagai anak muda, dia sudah menceburkan diri ke dunia politik.

Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma dalam sejarah, melekat dalam dirinya pelbagai rupa bakat. Dia menjadi Pontifex Maximus (imam agung) pada 63 SM. Bersama Pompey (menantunya) dan Crassus (pejabat keuangan), dia membentuk suatu kekuasaan yang terdiri atas tiga orang (triumvirate) untuk pertama kali. Pada 59 SM, Caesar menjadi gubernur dari Gaul bagian selatan (sekarang Prancis) dan segera merencanakan penaklukan militer untuk meluaskan kejayaan Roma. Dia pun menulis sebuah buku bertajuk De Bello Gallico yang melukiskan ikhwal penaklukan Gaul. Buku itu telah lama dianggap sebagai karya kesusastraan klasik. Sejarah pun mencatat Caesar sebagai seorang Don Yuan. Petualangan asmaranya yang paling terkenal dan menggemparkan yakni roman cintanya dengan Cleopatra.

Namun di tengah segala pencapaiannya, Caesar dinilai terlalu memamerkan kekuasaannya dan dianggap ingin menjadi raja dengan mengabaikan tradisi umum rakyat Roma. Hal itu dinilai terkutuk. Hingga seorang politisi bernama Cassius bersekongkol dengan bekas rekannya dan sahabat Caesar, Marcus Brutus untuk membunuh sang pemimpin. Ketika Caesar memasuki gedung Senat Roma pada tanggal 15 maret tahun 44 SM, ia ditusuk sampai mati.


D. King Hati - Charlemagne

Raja terkhir yang disimbolkan dalam kartu remi adalah Charlemagne (Raja Prancis). King hati ini terbilang unik, karena raja yang tergambar merupakan satu-satunya raja yang menghunuskan pedang ke kepalanya sendiri. Charlemagne (Charles yang Agung) merupakan pendiri Kekaisaran Romawi Suci, seorang penguasa terbesar Eropa pada abad pertengahan. Charlemagne lahir pada tahun 742 dekat kota Aachen yang akirnya menjadi ibu kota. Ayahnya bernama Pepin si Cebol.

Dari tahun 770-an sampai 790-an Charlemagne melakukan banyak pertempuran melawan banyak musuh dan berhasil memperluas kerajaan sampai mencakup seluruh daratan Eropa, kecuali Spanyol, Skandinavia, Italia selatan, dan pinggiran Slavia di Timur. Pada akhir abad kedelapan Charlemagne telah mendirikan sebuah istana kerajaan di Aachen dan menjadi sangat makmur. Pada tahun 800 ia dimahkotai sebagai Kaisar Romawi oleh Paus Leo III.

Meskipun kasar dan keras, Charlemagne adalah tokoh termasyhur dalam kesusastraan, ilmu pengetahuan, dan seni. Di antara sarjana-sarjana yang menonjol di istananya ada Alcuin of York, pemimpin sekolah istana. Pengetahuan akan dunia latin diperbarui dan buku-buku disalin menggunakan Carolingian Minuscule, naskah yang pertama kali memakai huruf-huruf besar dan kecil, tanda baca, dan spasi. Beberapa bulan setelah memahkotai putra satu-satunya yang masih hidup, Louis yang Saleh sebagai calon penggantinya, raja yang tua itu meninggal dunia di tahun 814 M.

(Disusun dari berbagai referensi)

Jumat, 22 April 2011

Demokrasi Cinta

Sejak dahulu kala umat manusia secara alamiah sebenarnya sudah menemukan tatanan sosial yang tepat dengan nalurinya. Setiap manusia memang terlahir dengan membawa sikap dasar yang sama dalam dirinya masing-masing. Manusia ingin bebas, bebas menyalurkan keinginan-keinginanya. bebas berbicara, bebas berkreasi, dan bebas melakukan apa saja. Maka sistem-sistem sosial yang diterapkan dalam komunitasnya pun dirancang untuk mengakomodir sifat-sifat itu. Sistem tersebut berkembang dari masa ke masa, semakin maju dan beradab seiring perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Namun tetap, tujuannya satu yaitu untuk mengakomodir kebutuhan manusia akan kebebasannya.

Pada awal peradabannya, manusia menerapkan sistem rimba antarsesama manusia. Yang kuat memangsa yang lemah secara fisik. Kanibalisme adalah cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perut sehari-hari. Namun karena adanya kesadaran diri dalam proses perkembangan emosional manusia, sistem kanibal pun digantikan dengan berburu untuk memenuhi kebutuhan akan pangan. Tetap dengan hanya mengandalkan fisik dan naluri, pada saat itu manusia memangsa segalanya. Berburu dilakukan terhadap hewan apa saja dengan cara apa saja.

Seiring pengetahuan yang bertambah, manusia pun mengerti akan cara bercocok tanam. Sistem berburu dan memangsa apa saja sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Manusia pada masa itu makan dari hasil usaha cocok tanamnya. Pada saat itu, peradaban manusia semakin halus dan tidak hanya mengandalkan fisik. Dengan kata lain, pengetahuan manusia sudah mengalihkan naluri kebebasan manusia ke arah yang lebih beradab. Demikianlah yang terus terjadi hingga saat ini. Perkembangan ilmu pengetahuan membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih beradab. Peran fisik semakin berkurang, kecuali dalam bidang-bidang tertentu.

Tak hanya dalam pemenuhan kebutuhan akan materi saja yang berkembang dalam sistem sosial manusia. Dalam tatanan organisasi pun mengalami perkembangan. Selama hampir seribu tahun umat manusia mengalami masa-masa penaklukan dalam sistem organisasi politiknya. Kebebasan masih demikian tak ada batasnya, hingga segalanya diselesaikan dengan perang. Untuk perluasan wilayah kekuasaan maupun untuk memenuhi kebutuhan akan materi. Manusia memadukan antara keberanian dan kemampuan militernya untuk menguasai zamannya.

Di abad-abad pertengahan atau zaman akal budi, berbagai monarki/kerajaan bermunculan di seluruh dunia. Di mana kekuasaan dijalankan secara turun temurun. Kebebasan sudah lebih dibatasi namun hanya pada tataran rakyat. Masa tersebut setahap lebih maju dibanding zaman penaklukan. Karena ketika itu banyak kemajuan dalam seni dan budaya yang berperan penting dalam memperhalus karakter manusia.

Kemudian berlanjut ke masa revolusi. Zaman penjajahan dan pendudukan menyebabkan manusia cenderung untuk memberontak. Maka revolusi pun bermunculan di wilayah-wilayah negara yang terjajah. Keadaan yang memaksa untuk meraih kemerdekaan dengan cara yang keras itu menyebabkan para pemimpin di masa itu bersikap otoriter untuk mempertahankan kekuasaannya. Di sini dapat kita lihat bahwa naluri kebebasan manusia belum diatur dengan baik. Pemimpim yang otoriter bebas melakukan apa saja, sementara kebebasan rakyat dibungkam.

Seiring perkembangan pengetahuan akan HAM, muncul lagi tatanan baru dalam dunia politik manusia. Aktivis kemanusiaan dan para diplomat bermunculan di mana-mana. Negara-negara pun telah mengadopsi sistem demokrasi. Sistem yang mengatur kebebasan umat manusia secara lebih baik. Di mana hak dasar setiap manusia tetap terjaga tanpa melanggar hak manusia yang lainnya. Akan tetapi, walaupun telah mencapai sistem sosial politik yang paling sesuai untuk keadaan saat ini, yakni sistem demokrasi, tetap masih ada permasalahan yang timbul, khususnya pada masa-masa transisi. Kekerasan antarmasyarakat berkecamuk. Selain itu demonstrasi anarkis pun terjadi di mana-mana, khususnya di negara berkembang yang mungkin belum siap menerima perubahan sistem ini.



Mungkin demokrasi dengan segala instrumennya saja tidak cukup. Demokrasi sudah baik dari segi penjaminan kebebasan masyarakat. Namun instrumen hukum yang melengkapinya tak bisa selalu diandalkan untuk menjamin ketertiban. Karena hukum hanya berupa penindakan atas kekacauan yang telah terjadi. kekacauan yang terlanjur ada akibat dari kesalahpahaman seseorang tentang kebebasan. Sementara untuk perdamaian, yang lebih mendasar diperlukan langkah preventif agar anarkisme dan kekerasan tidak terpicu lagi.

Maka selain istilah "demokrasi", tatanan kemasyarakatan perlu ditambah dengan istilah "cinta". Tak hanya sebatas istilah, namun "demokrasi cinta" ini, selain mampu menjamin terpenuhinya naluri alamiah manusia akan kebebasan, juga menawarkan solusi pencegahan dari paham radikal pemicu kekerasan dan anarki di masyarakat. Tentunya dengan pendekatan cinta kasih. Adapun pendidikan yang baik serta propaganda damai secara global itu penting untuk mencapainya. Melalui bangku sekolah, pesan-pesan dalam karya seni, dialog lintas paham dan agama, dan lain sebagainya. Itu mesti dikembangkan untuk menumbuhkan rasa cinta itu sendiri. Dengan cinta, perdamaian dan demokrasi yang sehat akan mudah terwujud.

Lalu hal-hal apa yang bisa kita perbuat untuk mewujudkan cinta itu dalam lingkungan sekitar kita, yang mudah dilakukan siapa saja?
Dalam lingkup terbatas, mungkin di keluarga dan pergaulan sosial kita, upaya sederhananya bisa kita mulai dengan melatih diri untuk berinteraksi dengan perbedaan. Bergaul secara baik dengan teman-teman yang berbeda paham, berbeda suku, agama, dan status itu penting. Karena dengan berinteraksi dengan perbedaan, selain menambah wawasan, kita juga akan saling memahami dan akhirnya akan menumbuhkan rasa cinta  perbedaan.

Hal-hal tersebut memang perlu dibiasakan dan ditumbuhkan sejak dini. Anak-anak harus diperkenalkan dengan toleransi dan saling menghargai. Juga harus diperkenankan untuk bermain dengan teman-teman yang berbada. Dan itu bisa dengan mudah kita mulai dari keluarga kita atau lingkungan sekitar kita. Dengan itu diharapkan semua bermuara pada sistem demokrasi yang berjalan dengan baik di kemudian hari, dan perdamaian akan tumbuh seiring berkembangnya cinta kasih di antara sesama.

Kamis, 21 April 2011

Ini Penting Buat Anak Gaul

Postingan ini khusus buat anak-anak gaul. Jadi harap maklum sebelumnya, buat kalian yang ngerasa ngga gaul, hentikan membaca postingan ini, hehe..

Buat anak-anak gaul di mana pun anda berada, yang sering gaul di meja bareng kertas-kertas yang bejubel and kadang keliatan ngga karu-karuan, saya pengen curhat dikit nih ke kalian semua. Seperti biasa, buat anak-anak kuliahan, akhir-akhir semester itu adalah masa-masa suram. Dihadapkan dengan persiapan ujian yang ruwet sangat dan ditambah pula dengan deadline tugas-tugas yang serba dahsyat. Owh berat banget rasanya.

Nah, efek samping dari aktivitas yang full itu, selain kelelahan dan kejenuhan adalah tumpukan kertas bekas pekerjaan dan kertas-kertas arsip yang bergabung menjadi satu, berantakan di atas meja. Malah sampe-sampe berceceran di lantai dan memenuhi seluruh ruang kerja/kamar hingga ke sudut-sudutnya. Hehe, maaf ya, agak lebay, maklum lah, namanya juga curhat :D



Sesudah puas ngeluarin unek-unek di atas, curhatnya saya lanjutin nih. Setelah ngeliat tumpukan kertas yang beragam warna dan ukuran itu bertebaran di segala penjuru, saya sadar bahwa penyebab kejenuhan saya salah satunya karena hamburan kertas yang ngga teratur itu. Akhirnya setelah mikir-mikir semenit, dua menit, lima menit, delapan menit, dan akhirnya pada sembilan menit dua puluh tiga detik, saya dapat wangsit dari Mahaguru. Intinya si Mahaguru bilang, saya harus membuat aturan belajar yang baik termasuk juga mengatur kertas-kertas pekerjaan itu (baik yang berguna maupun ngga berguna).

Secara keseluruhan, hasil komunikasi saya dengan si Mahaguru yang berbuah wangsit ajaib itu saya rumuskan secara ringkas. Itung-itung agar saya bisa dengan mudah mempraktekkannya untuk tradisi bekerja yang lebih baik, agar mengurangi kejenuhan dan rasa penat dalam belajar. Sekalian juga untuk melengkapi rentetan curhat saya di hari ini. Maklum lah, anak gaul gitu loh, hehe :)

Tradisi bekerja yang membantu manjauhi kepenatan dan keletihan:

A. Cintai Pekerjaan

Bukankah kalau kita sudah cinta dengan seseorang atau sesuatu, apa saja pasti dapat kita lakukan dengan senang hati untuknya atau untuk mendapatkannya. Begitu juga dengan pekerjaan. Lalu bagaimana cara mudah untuk mencintai pekerjaan itu? Seperti kata pepatah, "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta." Maka tentunya semua dimulai dengan mengenali lebih dekat pekerjaan tersebut dan membiasakan diri mengerjakannya. Pepatah pun pernah berkata, "Cinta datang karena terbiasa."
*emank pepatah bisa ngomong yak?! Au ah....


B. Rileks

Berikut ini saya kutipkan tiga kalimat bijak yang berkaitan dengan sikap rileks dalam bekerja. Semoga bermanfaat buat anak-anak gaul sekalian, hehe..

"Jika anda dapat meringankan otot-otot kedua mata anda, anda pasti dapat melupakan segala kelelahan anda." (Dr. Edmund Jacobson)

"Jika anda ingin mengetahui seni bersantai dengan baik, maka pelajarilah pengalaman kucing. Kucing termasuk hewan yang paling senang dan selalu bersantai." (Anonim)

"Biarlah badan anda berkembang apa adanya, tidak mengerut dan menegang." (Anonim)

So dengan rileks, pekerjaan akan terasa ringan dan tidak melelahkan.


C. Mulailah dengan yang Lebih Penting dan Mendesak

Ini bertujuan untuk membiasakan diri bekerja sistematis berdasarkan prioritas. Pekerjaan yang lebih penting dan mendesak tentunya memerlukan prioritas yang lebih dibandingkan pekerjaan yang urgensinya tidak terlalu penting.


D. Membersihkan Meja Kerja

Membersihkan meja kerja dari berbagai kertas selain kertas kerja yang sedang digarap dengan menjawab pertanyaan, sebagai berikut:
1. Apakah saya wajib memelihara kertas ini?
2. Jika wajib, di manakah saya menyimpannya?
3. Sampai kapan saya mesti memelihara dan menyimpannya?
4. Bagaimana saya dapat menemukannya kembali?

Tindakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
1. Menghancurkan kertas-kertas yang tidak urgen/penting.
2. Menghindari mengeluarkan kertas yang tidak penting.
3. Menetapkan tempat kertas yang sudah tuntas.
4. Membuat aturan yang memudahkan untuk menemukan kertas secara mudah.


Setelah curhat panjang lebar, saya akan tutup postingan ini dengan mengutip kalimat bijak mengenai kebiasaan/tradisi bekerja dari seorang tokoh yang sudah kita kenal bersama.

 “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kesempurnaan dengan demikian bukanlah tindakan tetapi kebiasaan.” (Aristoteles)