Translate

Sabtu, 25 Juni 2011

Yang Kontroversi yang Melegenda - Bagian III (Maradona)

Buat saya, seni itu universal. Tak terbatas pada musik, lukisan, atau syair. Seni adalah segala kreativitas yang menghasilkan keindahan. Maka selain seniman musik dan penyair yang telah kita bahas kontroversinya, kini ada seniman lapangan yang tak kalah menggemparkan dunia. Baik dari prestasi maupun kontroversi.


C. Maradona

Siapa yang tak kenal pemain bola yang satu ini. Seniman lapangan hijau yang lahir di Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960 dengan nama Diego Armando Maradona. Sejak usia 10 tahun, bakat sepak bolanya sudah terlihat. Dimulai dengan bergabung di klub Argentinos Juniors, ia pun menjadi maskot klub tersebut dan diberi julukan Los Cebollitas (Bawang Kecil). Sejak itu prestasinya terus meningkat hingga pada tahun 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling di mana klubnya menjadi juara liga untuk pertama kalinya.

Setelah Piala Dunia 1982, ia kemudian ditransfer ke FC Barcelona dengan harga 5 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia pada saat itu. Di sana bersama pelatih César Luis Menotti, Maradona memenangkan Copa del Rey, mengalahkan musuh bebuyutan Barcelona, Real Madrid, dan Piala Super Spanyol, mengalahkan Athletic de Bilbao. Pada tahun 1984 Maradona ditransfer ke SSC Napoli dan mencapai puncak kariernya dalam sepak bola di mana ia membawa tim tersebut menjadi juara Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli. Musim 1988-1989, Napoli mengalahkan VFB Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA. Maradona menjadi pencetak gol terbanyak dalam Liga Italia Serie A dengan 15 gol. Maradona juga meraih penghargaan Guerin d'Oro sebagai pemain dengan rating terbaik menurut majalah Italia, Guerin Sportivo.

Di kancah internasional, Maradona memulai debutnya pada usia 16 tahun saat Argentina melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada usia 18 tahun Maradona berpartisipasi dalam Piala Dunia Junior yang diselenggarakan di Jepang, di mana Argentina sempat berhadapan dengan Indonesia dan menang dengan hasil 5-0. Maradona mencetak 2 gol bersama Ramón Díaz yang mencetak hattrick. Pertunjukan kehebatan Maradona yang ketika itu ditunjuk menjadi kapten tim adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana hampir sendirian ia mengantarkan Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina sendiri. Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut, Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris (Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher) dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam rentang waktu kurang lebih 10 detik.

Prestasi gilang gemilangnya berimbang dengan catatan-catatan buruknya. Kebiasaannya mengonsumsi kokain dan doping menyebabkan kariernya menurun di tahun 1990-an. Bahkan di saat Piala Dunia 1994 sedang berlangsung, ia diberi sanksi larangan bertanding selama 15 bulan karena diketahui doping. Maradona kemudian sempat menyangkal dirinya sengaja memakai doping dan menuduh adanya konspirasi melawan dirinya oleh Amerika Serikat. Keluarnya Maradona secara tak hormat berimbas buruk pula pada prestasi Argentina pada waktu itu. Raksasa sepak bola tersebut hanya mampu bertahan di turnamen hingga putaran kedua, setelah dikalahkan Rumania dengan skor 3-2. Dengan serangkaian prestasi buruk di akhir-akhir karier sepak bolanya, pemain eksentrik itu akhirnya gantung sepatu pada 30 Oktober 1997.


Namun dari sekian banyaknya buah bibir yang heboh atas ulahnya, peristiwa "Gol Tangan Tuhan" adalah yang paling fenomenal. Sampai-sampai di setiap perhelatan Piala Dunia, peristiwa itu tetap saja jadi perbincangan. Gol kontroversial yang disarangkan Maradona ke gawang Inggris pada pertandingan perempat final, 22 Juni di Piala Dunia Meksiko 1986.  Gol yang dicetak dengan menggunakan tangan itu terjadi di Estadio Azteca, Mexico City. Gol tersebut tercipta di menit ke-51 pada pertandingan yang sama ketika dia mencatatkan gol terbaik sepanjang masa. Sungguh ironis karena prestasinya dengan gol terbaik beriringan dengan kontroversi gol tangan Tuhannya. Sayangnya, teknologi saat itu belum secanggih sekarang, sehingga golnya kurang teramati dengan jelas. Wasit asal Tunisia yang memimpin pertandingan pun mengesahkan gol meski beberapa pemain Inggris memprotes masalah ini.

Berkat keajaibannya itu, El Pibe de Oro alias The Golden Boy (julukannya) sangat dielu-elukan oleh para pengagumnya. Bahkan untuk sebagian yang fanatik terhadapnya, tak jarang pemain bertubuh gempal yang kerap dipanggil El Diego ini, disebut sebagai Tuhan Diego. Hingga saat ini begitu banyak kontroversi yang menyelingi pencapaiannya di dunia sepak bola. Prestasinya paripurna dengan terpilihnya ia bersama Pele sebagai pemain terbaik abad ini. Dalam jajak pendapat, Maradona unggul dengan 53,60% sedang Pele di posisi kedua dengan 18,53%. Namun tetap saja, prestasi luar biasanya itu diikuti pro konta atas dirinya yang menolak Pele dimenangkan bersama-sama dengannya. Atas unggulnya Maradona di jajak pendapat, FIFA kemudian memutuskan membentuk Komite Sepak Bola yang menetapkan Pele juga sebagai juara. Maradona yang tak terima langsung meninggalkan acara penghargaan itu setelah menerima trofi dan sebelum Pele naik ke podium.

Di atas segala kekurangan dan kelebihannya, Diego Maradona telah dan memang layak dicatat sebagai legenda dalam sejarah, khususnya di bidang olah raga. Pencapaiannya yang fenomenal bisa jadi pelajaran dan inspirasi generasi penerusnya. Di balik itu, segala kontroversinya dapat dijadikan cerita yang tak pernah menjemukan sebagai warna lain dalam euforia sepak bola dunia.

*Bersambung...

Sabtu, 18 Juni 2011

Persatuan Indonesia

Kita semua tahu bahwa kita (baca: Indonesia) ini kaya. Tanah kita kaya, air kita pun kaya. Sampai-sampai ada lagu yang bilang kalau tanah kita ini tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, dan perairan kita bukanlah lautan melainkan kolam susu, katanya. Udara kita pun sebenarnya kaya raya. Sampai saat ini kita masih jadi paru-parunya dunia. Dan kabar baiknya, penduduk kita juga kaya-kaya lho, hehe. Maksudnya, populasi penduduk kita yang kaya, alias jumlahnya banyak. Saat ini kita berada di urutan keempat dunia dalam hal jumlah penduduk. Satu lagi nih dari sekian banyak kekayaan kita yakni kebudayaan. Dari budaya lemah lembut ala Jawa, sampai budaya yang tangkas ala Papua, semua ada di negeri kita.

Karena kekayaan yang luar biasa itu maka keaneka-ragaman pun tumbuh pesat di negeri kita ini. Dan bahwa keragaman itu pasti adanya, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Negeri kita dihampari ribuan pulau dan tentunya terpisahkan selat dan laut yang tak kecil. Itu menyebabkan satu wilayah cukup susah untuk mengakses wilayah lain, termasuk dalam hal informasi. Itulah salah satu faktor yang memperuncing perbedaan antara yang satu dengan lainnya. Mungkin sekarang mandegnya arus informasi sudah bisa teratasi dengan kemajuan teknologi yang ada. Ini bisa jadi angin segar untuk saling mengakrabkan semua hal yang beda di negeri ini. Paling ngga, biar tahu sama tahu lah. Karena tak kenal maka tak sayang bukan?

Jadi teringat kata-kata Bung Karno, "Bentuk negara kesatuan adalah tepat untuk kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan."
 

Mungkin itulah salah satu yang melatar-belakangi munculnya ide sila ketiga, "Persatuan Indonesia". Karena keragaman dan perbedaan sudah menjadi hal yang mau tak mau pasti ada, suka tak suka tapi niscaya, maka persatuan adalah pilihan yang tepat untuk menjembataninya. Ada sebagian orang yang "malas" untuk bersatu, maka mereka sekuat tenaga membendung perbedaan dengan caranya sendiri. Bentrok di mana-mana. Antar-suku berperang, antar-agama bertikai, daerah yang satu mencerca daerah yang lain, bahkan antar-kampung dan sekolah pun tawuran.

Padahal para pendiri bangsa sudah mewariskan amanat Persatuan Kebangsaan kepada kita. Dari azas yang merupakan turunan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab itu, segala sesuatu yang ada di bumi Indonesia diamanatkan untuk bersatu dalam Persatuan Indonesia. Semua daerah harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Setiap suku yang hidup di negeri Indonesia harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Setiap agama yang berkembang di ibu pertiwi ini harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Tiap-tiap partai dan organisasi yang meramaikan kehidupan sosial politik negara ini harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Dan segala apapun yang ada di bawah panji Negara Kesatuan Republik Indonesia harus bersatu dalam Persatuan Indonesia.

Harus, karena tanpa adanya rasa "satu" itu, selamanya kita akan berpecah belah. Alih-alih hidup dalam damai, yang ada malah kekacauan, kerusuhan, pertikaian, dan perang saudara (semoga saja itu ngga terjadi lagi). Mungkin lagi-lagi karena terbatasnya informasi yang menyebabkan tiap-tiap golongan, keras atas egonya masing-masing. Atau mungkin (karena ego yang keras itu) justru kita yang jadi "malas" mengakses informasi yang sebenarnya sudah ada untuk kita. Maka menghayati arti Persatuan Indonesia dalam kehidupan sangatlah penting. Paling tidak untuk menggerus egoisme yang memicu perpecahan di antara kita.

Salam Persatuan!

Jumat, 03 Juni 2011

Tuhan Adalah Tuhan

Tuhan adalah Tuhan. Sebenarnya tak ada definisi yang tepat untuk menjelaskan apa itu Tuhan. Sebab dengan memberi definisi, kita hanya akan membatasi Tuhan itu sendiri dengan definisi yang kita buat. Maka pencarian akan Tuhan belum juga usai sejak dulu sampai kini, dan entah mau sampai kapan lagi. Mungkin takkan pernah usai.

Memang kita hanya bisa mencari tanpa bisa menemukan-Nya. Kita hanya mampu mendekati tanpa mampu menyentuh-Nya. Karena Dia di luar kata-kata, di luar materi, dan di luar segala yang terpikirkan. Pikiran yang tertuang (salah satunya dalam tulisan ini) hanya sekadar untuk mendekati-Nya lewat logika manusia saja. Karena manusia dibekali dengan logika, manusia bisa saja membuat pendekatannya masing-masing.


Ada sebagian yang menggunakan logika sederhana untuk memahami Tuhan. Mereka menggambarkan Tuhan layaknya manusia, yang memiliki bentuk fisik, bisa terlihat, dan bertempat di ruang yang tinggi layaknya pemimpin. Analoginya bisa dipahami karena memang Tuhan adalah Pemimpin di atas pemimpin. Ada juga yang mendekati-Nya dengan logika yang lebih rumit. Bahwa Tuhan adalah konsep dari sebuah mekanisme alam semesta (fisik maupun nonfisik) yang melingkupi segala sesuatu dan terejawantahkan di dalamnya. Pemahamannya karena Tuhan itu tidak mungkin terbatasi oleh ruang dan waktu.

Dalam konteks pemahaman Tuhan yang layaknya manusia (secara fisik), maka dikatakan bahwa Dia bukanlah laki-laki dan bukan pula perempuan. Di lain pihak, lewat kacamata yang lebih spiritual, Tuhan dihayati sebagai integrasi dari segala dualisme kehidupan ini. Dia bersifat mutlak.

Dari kedua pendekatan itu, kita bisa melihat semangat yang sama, roh yang sama, spirit yang sama. Bahwa Tuhan tidak terbagi dalam pihak-pihak. Yang diwakilkan dalam pernyataan bahwa Tuhan bukan laki-laki, bukan juga perempuan. Kalimat simbolis yang kemudian menyiratkan makna bahwa Tuhan bukan juga kanan bukan kiri, bukan juga hitam bukan putih, bukan juga nyata bukan maya, selain bukan laki-laki dan bukan perempuan tadi. Pada dasarnya kalimat itu adalah pesan umum bahwa Tuhan bukanlah bagian dari segala dualisme.

Berangkat dari inti pemahaman yang sama pula maka para mistikus melalui pandangan spiritualnya menyatakan bahwa Tuhan adalah integrasi dari segala dualisme. Penyatuan dari segala yang mendua (berpihak-pihak). Maka dalam Tuhan, tak ada lagi kanan tak ada lagi kiri, tak ada hitam tak ada putih, tak ada nyata tak ada maya, pun tak ada laki-laki dan perempuan. Pada hakikatnya, dalam Tuhan tak ada lagi segala dualisme. Semua tercerap dalam satu. Bahwa Tuhan itu mutlak. Maka jelas bahwa dari pola pikir yang berbeda itu ditemukan pengertian yang sama, kendati dengan penyampaian yang berlainan.

Inilah mungkin maksud dari petuah bijak yang mengatakan bahwa ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, kita akan senantiasa kembali kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kita semua akan kembali. Baik jiwa raga, maupun dalam pola pikir dan pemahaman.

Kamis, 02 Juni 2011

Konservasi Air Tanah dengan Sistem Drainase Berpori

Air tanah merupakan sumber air yang sangat penting bagi makhluk hidup. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan air, masyarakat pun mengeksploitasinya dengan cara membuat sumur-sumur aquifer. Namun tingginya intensitas pemompaan air tanah dengan pembuatan sumur-sumur aquifer dapat berdampak buruk juga bagi masyarakat dan lingkungannya. Secara teknis dampak pemompaan air tanah yang berlebihan adalah terjadinya intrusi air laut, penurunan tanah, penurunan muka air tanah, kekeringan, dan penurunan kualitas air tanah.

Oleh karena itu, pemakaian air tanah haruslah dibarengi dengan konservasi atau pelestarian sumber daya air tanah tersebut. Upaya pelestarian tersebut dapat dilakukan lewat dua arah. Masyarakat sebagai pengguna maupun air tanah itu sendiri sebagai objeknya. Pemakaian air tanah oleh masyarakat mesti dilakukan secara hemat dan efisien. Adapun ketersediaan air tanah juga harus dijaga dari kelangkaan.
Pada dasarnya, konservasi untuk menjaga ketersediaan air tanah ini dilakukan dengan meningkatkan laju infiltrasi air ke dalam tanah. Cepat lambatnya infiltrasi air oleh oleh tanah dipengaruhi oleh beberapa hal sebagaai berikut:

1. Tekstur Tanah
Semakin halus tekstur tanah (tekstur liat) maka semakin banyak air yang diadsorpsi oleh tanah. Dan sebaliknya semakin kasar tekstur tanah (tekstur pasir) maka semakin sedikit air yang diadsorpsi. Hal ini disebabkan karena makin halusnya tekstur tanah, semakin luas permukaannya sehingga kapasitas simpan airnya bertambah banyak.

2. Struktur Tanah
Tanah yang berstruktur granular atau lebih terbuka akan menyerap air lebih cepat daripada tanah yang berstruktur lebih rapat (liat). Hal ini terjadi karena tanah yang lebih terbuka memiliki luas permukaan lebih besar sehingga kapasitas simpanan airnya lebih banyak.

3. Kedalaman Tanah (Solum)
Kedalaman tanah menentukan banyaknya air yang dapat diserap tanah. Makin dalam kedalaman tanah maka akan semakin banyak jumlah air yang dapat diserap. Sebaliknya bila kedalaman tanah dangkal maka jumlah air yang dapat diserap semakin sedikit. Ini berkaitan pula dengan luas permukaan tanah sebagai bidang penyerapan air.

4. Bahan Organik Tanah
Bahan organik tanah mempunyai kemampuan menyerap dan menahan air yang tinggi. Bahan organik dapat menyerap air sebesar dua sampai tiga kali beratnya. Pengaruh bahan organik ini dapat mengurangi aliran permukaan, peningkatan infiltrasi, dan pemantapan agregat tanah.

Berdasarkan poin-poin di atas maka dapat disimpulkan bahwa secara umum, laju infiltrasi (penyerapan) air ke dalam tanah dipengaruhi oleh luas permukaan tanah dan kandungan bahan organik tanah. Maka dalam upaya mempercepat penyerapan air dalam rangka konservasi air tanah, perlu dibuat sebuah sistem yang setidaknya mengakomodir kedua hal tersebut.

Salah satu hal yang dapat dilakukan yakni dengan membuat sistem drainase berpori. Khususnya di daerah perkotaan yang lahan hijau untuk penyerapan airnya terbatas, sistem ini dapat diaplikasikan. Drainase berpori ini sama seperti saluran drainase biasa. Namun di tengah-tengah saluran diberi lubang kecil yang langsung ditembuskan ke dalam tanah. Lubang dibuat dengan diameter kurang lebih 10 cm dengan kedalaman sekitar 1 m. Hal tersebut dilakukan untuk memperluas permukaan tanah dan sekaligus memperluas bidang penyerapan pada tanah.


Setiap jarak 1 m sampai 2 m pada saluran drainase, dibuat lubang yang sama. Setiap lubang diisi dengan bahan organik secara berkala. Bahan organik sebagai pengisinya dapat berupa kompos yang dibentuk dari dedaunan dan alang-alang yang tentunya mudah diperoleh. Kompos berguna sebagai katalisator penyerapan air. Kemudian lubang tersebut diberi tutup dari kawat kasa yang dapat dibuka sewaktu-waktu. Hal ini dilakukan agar lubang tidak kemasukan sampah.

Dengan adanya lubang-lubang peresapan di saluran drainase diharapkan dapat memperbaiki ketersediaan air tanah. Sistem saluran drainase berpori ini selain berguna untuk menambah kandungan air di dalam tanah, juga dapat bermanfaat sebagai pengendali banjir. Di mana banjir biasanya disebabkan oleh luapan air dari saluran yang tak dapat tertampung secara optimal. Maka dengan melubangi saluran sampai tembus ke tanah, selain berfungsi mengalirkan air, saluran tersebut akan berfungsi juga sebagai tempat peresapan air. Dengan demikian, laju infiltrasi dan perkolasi air tanah dapat ditingkatkan.

Note: 
Tulisan itu sebenarnya tugas kuliah yang saya posting ke blog. Tujuan awalnya sih buat nge-rame-in blog aja. Syukur-syukur kalau ada manfaatnya buat yang baca :D