Kita semua tahu bahwa kita (baca: Indonesia) ini kaya. Tanah kita kaya, air kita pun kaya. Sampai-sampai ada lagu yang bilang kalau tanah kita ini tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, dan perairan kita bukanlah lautan melainkan kolam susu, katanya. Udara kita pun sebenarnya kaya raya. Sampai saat ini kita masih jadi paru-parunya dunia. Dan kabar baiknya, penduduk kita juga kaya-kaya lho, hehe. Maksudnya, populasi penduduk kita yang kaya, alias jumlahnya banyak. Saat ini kita berada di urutan keempat dunia dalam hal jumlah penduduk. Satu lagi nih dari sekian banyak kekayaan kita yakni kebudayaan. Dari budaya lemah lembut ala Jawa, sampai budaya yang tangkas ala Papua, semua ada di negeri kita.
Karena kekayaan yang luar biasa itu maka keaneka-ragaman pun tumbuh pesat di negeri kita ini. Dan bahwa keragaman itu pasti adanya, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Negeri kita dihampari ribuan pulau dan tentunya terpisahkan selat dan laut yang tak kecil. Itu menyebabkan satu wilayah cukup susah untuk mengakses wilayah lain, termasuk dalam hal informasi. Itulah salah satu faktor yang memperuncing perbedaan antara yang satu dengan lainnya. Mungkin sekarang mandegnya arus informasi sudah bisa teratasi dengan kemajuan teknologi yang ada. Ini bisa jadi angin segar untuk saling mengakrabkan semua hal yang beda di negeri ini. Paling ngga, biar tahu sama tahu lah. Karena tak kenal maka tak sayang bukan?
Jadi teringat kata-kata Bung Karno, "Bentuk negara kesatuan adalah tepat untuk kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan."
Karena kekayaan yang luar biasa itu maka keaneka-ragaman pun tumbuh pesat di negeri kita ini. Dan bahwa keragaman itu pasti adanya, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Negeri kita dihampari ribuan pulau dan tentunya terpisahkan selat dan laut yang tak kecil. Itu menyebabkan satu wilayah cukup susah untuk mengakses wilayah lain, termasuk dalam hal informasi. Itulah salah satu faktor yang memperuncing perbedaan antara yang satu dengan lainnya. Mungkin sekarang mandegnya arus informasi sudah bisa teratasi dengan kemajuan teknologi yang ada. Ini bisa jadi angin segar untuk saling mengakrabkan semua hal yang beda di negeri ini. Paling ngga, biar tahu sama tahu lah. Karena tak kenal maka tak sayang bukan?
Jadi teringat kata-kata Bung Karno, "Bentuk negara kesatuan adalah tepat untuk kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan."
Mungkin itulah salah satu yang melatar-belakangi munculnya ide sila ketiga, "Persatuan Indonesia". Karena keragaman dan perbedaan sudah menjadi hal yang mau tak mau pasti ada, suka tak suka tapi niscaya, maka persatuan adalah pilihan yang tepat untuk menjembataninya. Ada sebagian orang yang "malas" untuk bersatu, maka mereka sekuat tenaga membendung perbedaan dengan caranya sendiri. Bentrok di mana-mana. Antar-suku berperang, antar-agama bertikai, daerah yang satu mencerca daerah yang lain, bahkan antar-kampung dan sekolah pun tawuran.
Padahal para pendiri bangsa sudah mewariskan amanat Persatuan Kebangsaan kepada kita. Dari azas yang merupakan turunan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab itu, segala sesuatu yang ada di bumi Indonesia diamanatkan untuk bersatu dalam Persatuan Indonesia. Semua daerah harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Setiap suku yang hidup di negeri Indonesia harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Setiap agama yang berkembang di ibu pertiwi ini harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Tiap-tiap partai dan organisasi yang meramaikan kehidupan sosial politik negara ini harus bersatu dalam Persatuan Indonesia. Dan segala apapun yang ada di bawah panji Negara Kesatuan Republik Indonesia harus bersatu dalam Persatuan Indonesia.
Harus, karena tanpa adanya rasa "satu" itu, selamanya kita akan berpecah belah. Alih-alih hidup dalam damai, yang ada malah kekacauan, kerusuhan, pertikaian, dan perang saudara (semoga saja itu ngga terjadi lagi). Mungkin lagi-lagi karena terbatasnya informasi yang menyebabkan tiap-tiap golongan, keras atas egonya masing-masing. Atau mungkin (karena ego yang keras itu) justru kita yang jadi "malas" mengakses informasi yang sebenarnya sudah ada untuk kita. Maka menghayati arti Persatuan Indonesia dalam kehidupan sangatlah penting. Paling tidak untuk menggerus egoisme yang memicu perpecahan di antara kita.
Salam Persatuan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar