Tuhan, puji syukur saya ucapkan atas anugerah-Mu yang selalu bertambah dari tahun ke tahun. Dan terima kasih untuk anugerah yang telah Engkau persiapkan tuk saya beserta keluarga di tahun 2015 dan seterusnya.
Membayangkan tahun-tahun yang sudah lalu dalam frame kaleidoskop, tak ada ungkapan lain yang bisa mewakili selain rasa syukur. Wisuda di 2012 setelah melewati perjuangan yang tidak mudah di bangku kuliah adalah anugerah yang tidak mungkin saya lupakan. Sebelum wisuda, sempat risau mengenai pekerjaan. Tuhan menjawab kerisauan itu dengan memberi saya pekerjaan bahkan sebelum saya wisuda. Tepat sehari sebelum wisuda, yakni tanggal 25 Desember 2012 saya diterima bekerja di Perusahaan Apraisal.
Memang hukum alam bahwa kebahagiaan dan kesedihan akan digilir dalam kehidupan kita. Awal Januari 2013 keluarga saya menerima musibah yang tidak akan saya ceritakan di sini. Tapi intinya, musibah itu kami maknai sebagai cara Tuhan untuk membuat kami semakin kuat dan tetap eling.
Di pengujung 2013, saya mulai bekerja di ranah yang lebih sesuai dengan bidang ilmu saya, yaitu sebagai Asisten Fasilitator Teknik PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Seolah menemukan dunia saya, walaupun ditempatkan jauh di pelosok desa, namun saya menikmati itu semua. Sampai pada awal 2014 saya dinyatakan lulus sebagai Aparatur Sipil Negara setelah bersaing dengan ribuan orang lainnya. Menurut saya itu anugerah yang luar biasa. Sebab dari ribuan orang yang punya mimpi yang sama, saya termasuk satu orang yang terpilih. Saya pun ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Dan Energi Kabupaten Lombok Utara terhitung sejak Maret 2014.
Di Lombok Utara saya bertemu teman lama yang juga lulus bersamaan dengan saya. Tulus Sugiarto namanya. Walau baru bertemu lagi setelah masa SMP, kami merasa sangat dekat, seperti saudara. Dari mulai makan, berangkat kerja, jalan-jalan, sampai kos, kami bersama. Tapi lagi-lagi di sini kita lihat bahwa kebahagiaan dan kesedihan terus digilir. Teman yang begitu akrabnya tiba-tiba dipanggil Tuhan dengan cara yang mengejutkan. 13 September 2014.
Selepas peristiwa itu, saya memutuskan untuk pindah tempat tinggal. Sebab teman terdekat sekaligus teman seperjuangan saya di Lombok Utara sudah pergi. Saya meninggalkan kos kami yang penuh kenangan, di mana kami tinggal bersama dan sering berkumpul dengan banyak teman yang lain. Saya membeli rumah pada Desember 2014 dan berencana menempatinya di awal tahun 2015.
Pengujung 2014, kakak saya, Wira Patria menyusul saya lulus sebagai Aparatur Sipil Negara di Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara. Mungkin peruntungan kami memang ada di Lombok Utara. Semoga itu semua bisa menjadi berkat untuk keluarga kami ke depannya, disusul dengan berkat-berkat yang lain.
Begitu banyak pelajaran dan anugerah di tahun 2014 yang dapat saya rangkai menjadi sebuah kaleidoskop. Dari sekian banyak itu, ada beberapa yang memang tak terlupakan. Menjadi sejarah yang bisa dipetik hikmat, untuk menjalani hidup hari ini, dan menjadi bekal di tahun-tahun mendatang. Bahwa Tuhan tentu telah menyediakan anugerahnya-Nya untuk kita semua. Tinggal bagaimana kita berupaya meraihnya dengan penuh perjuangan dan keikhlasan, atas dasar cinta. Cinta kepada keluarga, cinta kepada sesama, kepada alam kita, dan kepada-Nya.
-------------------
Di halaman pertama tahun ini, Kau sebarkan huruf-huruf hingga berserak. Kupunguti satu-satu, kubersihkan. Namun ada lima yang tak kutemui. Sampai aku tersadar, telah Kau tanam yang lima itu di kedalaman hatiku. Mereka adalah C, I, N, T, dan,,, A.
~ Resolusi 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar