Di zaman gaul ini, social media (Socmed) sudah ibarat doa. Di tengah gerombolan jejaring sosial yang ada, misalnya Netlog, Google+, Tagged, dan lain-lain, Facebook dan Twitter masih jadi Socmed terdepan. Kalau ibarat doa tadi, kedua social network tersebutlah yang paling banyak dilantunkan, dipanjatkan. Layaknya doa, bangun tidur, online, mau mandi, ngetwit, mau makan, update status. Di sekolah, update, lagi jalan, ngetag. Lagi susah, mention, lagi seneng, ngefav, ngapaen aja, like this. Pokoknya TL banget deh…
Ngomong-ngomong jejaring sosial, menurut saya Facebook itu Socmed paling beradab. Tiap berdoa (baca: online) kita selalu ditanya “What is in your mind?” “Apa yang ada dalam pikiran Anda?” atau “Apa yang Anda pikirkan?” Dibanding Twitter yang selalu nanya “What’s happening?” “Apa yang sedang terjadi?” Facebook lebih menghargai yang namanya pemikiran. Bahwa manusia itu makhluk yang selalu berpikir, paling ngga, punya pikiran laah. Jadi, siapa aja cocok kalo berdoa di Facebook.
Masih berkutat dengan pemikiran, Facebook ngasih ruang lebih luas buat penggunanya yang mau berdoa menuangkan isi pikiran mereka di status. Dibanding Twitter yang membatasi status hanya 140 karakter, status Facebook bisa nampung lebih dari itu. Malah di Facebook, “isi otak” dapat ditulis dalam bentuk note yang panjang. Selain menghargai pemikiran alias “isi otak”, Facebook juga menghargai kesetaraan umat manusia. Facebook pake istilah friend (teman), ngga seperti Twitter yang pake sebutan follower (pengikut).
Ngomong-ngomong jejaring sosial, menurut saya Facebook itu Socmed paling beradab. Tiap berdoa (baca: online) kita selalu ditanya “What is in your mind?” “Apa yang ada dalam pikiran Anda?” atau “Apa yang Anda pikirkan?” Dibanding Twitter yang selalu nanya “What’s happening?” “Apa yang sedang terjadi?” Facebook lebih menghargai yang namanya pemikiran. Bahwa manusia itu makhluk yang selalu berpikir, paling ngga, punya pikiran laah. Jadi, siapa aja cocok kalo berdoa di Facebook.
Masih berkutat dengan pemikiran, Facebook ngasih ruang lebih luas buat penggunanya yang mau berdoa menuangkan isi pikiran mereka di status. Dibanding Twitter yang membatasi status hanya 140 karakter, status Facebook bisa nampung lebih dari itu. Malah di Facebook, “isi otak” dapat ditulis dalam bentuk note yang panjang. Selain menghargai pemikiran alias “isi otak”, Facebook juga menghargai kesetaraan umat manusia. Facebook pake istilah friend (teman), ngga seperti Twitter yang pake sebutan follower (pengikut).
Tapi kalo dalam hal proaktif, Twitter-lah yang lebih nuntut atau tepatnya mendidik penggunanya untuk proaktif. Karena di Twitter ngga ada notification (pemberitahuan) seperti di Facebook. Di Twitter kalo mau tau mentions, jumlah followers, DM, dan lain-lain, harus lihat sendiri. Singkatnya, berdoa di Twitter harus diimbangi dengan usaha juga, hehe. Mendidik kan? Beda dengan Facebook yang semuanya ada notification, yang bisa-bisa menimbulkan benih kemanjaan buat penggunanya, hoho.. Satu lagi nilai plus dari Twitter, yaitu bisa retweet quote ke para follower dan bisa nyimpen semua tweet di favorite. Sementara Facebook ngga nyimpen status-status yang di-like. Jadi, sewaktu-waktu saat berdoa di Twitter, bisa juga sambil baca quote-quote favorit.
Lepas dari itu semua, ada suatu yang menarik dari maraknya fenomena “Berdoa dengan Social Media” antara Facebook dengan Twitter. Facebook nge-booming lebih dulu daripada Twitter. Sebelum ada Twitter, mayoritas penghuni dunia maya berdoa pake Facobook. Tapi entah karena bosan atau ngerasa Twitter lebih baik, sekarang para pengguna Facebook yang punya Twitter lebih suka berdoa via Twitter alias Twitteran. Karena ngga mungkin cari yang kedua kalo yang pertama masih lebih baik bukan... Ga mungkin exodus ke Twitter jika Facebook dirasa masih lebih baik. So, meaning-nya adalah: Anda tak perlu berkecil hati ketika jadi yang kedua. Karena itu menandakan Anda lebih baik daripada yang pertama.
The last sayings in this note buat tweeps and facebookers: Selamat melantunkan doa-doa Anda, baik Anda memilih menggunakan Facebook atau Twitter ketika berdoa, baik itu Anda lebih suka dengan yang kedua ataupun setia pada yang pertama. Salkomsel, heuheuheu… *Keceplosan pake ketawa khasnya Mbah Jiwo Presiden Jancukers yang saban hari ngetwit. Moga si mbah ngga marah :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar