Translate

Jumat, 08 November 2013

Masa Indah, Masa Sekolah

Antara kelahiran sampai kematian terdapat suatu proses yang dinamakan proses kehidupan. Pada dasarnya kelahiran adalah fase awal dari proses kehidupan menuju kematian itu. Dengan terlahir, kita sudah dipastikan akan mati. Setidaknya itulah kebenaran untuk saat ini. Maka, jika tak tepat dikatakan sebagai kematian itu sendiri, bisakah dikatakan, kelahiran adalah kematian yang tertunda?


Antara peristiwa kelahiran – kematian itu jua saya berproses. Lahir sebagaimana yang telah saya ceritakan pada postingan “30 Juni”, saya dibesarkan oleh keluarga yang saya tuturkan di postingan “Bahagiaku”. Masa kanak-kanak saya habiskan di Kota Mataram, awal pendidikan formal di TK YPRU. Masa Taman Kanak-kanak, yang bisa saya ingat hanyalah bermain bersama, makan-makan bersama di TK maupun saat pesta ulang tahun teman. Setiap hari, kegiatan selalu diakhiri dengan lagu “Sayonara..sayonara.. sampai berjumpa lagi..” menjelang pulang (saya lupa lirik bahkan judul lagu itu). Lagu yang sangat optimistis dan penuh impian, khas dengan sikap anak-anak.

Di masa sekolah dasar, yang masih saya ingat adalah keluguan-keluguan dalam pergaulan bersama teman-teman. Jika diingat-ingat kini jadi suatu hal yang lucu. Selain belajar, mencari markas bersama Isan, Topan, Indra, dan Oni adalah kegiatan sehari-hari saya. Saya dan teman-teman keliling kampung di jam istirahat, mencari tempat-tempat yang nyaman, kemudian itu kami jadikan markas, tempat kumpul-kumpul. Selain keempat teman itu, Yudo juga adalah salah satu teman dekat saya sewaktu sekolah di SDN 6 Mataram (sekarang jadi SDN 13 Mataram). Kita selalu bersepeda bersama, saya biasanya dibonceng dia. Oya, dia anak yang istimewa, dari kelas I sampe kelas VI ga pernah ga dapet ranking 1. Saluutt..

Lalu fase SMP. Masih terbersit serunya kala itu. Perang-perangan di kelas, saya ingat itu waktu kelas I sering saya dan teman-teman lakukan (bareng Robby, Lian si ketua kelas, Afrial, dll). Bebi (Bemo Biadab) itu nama permainan kami di kelas II. Kami juga buat Kerajaan Nyumpax. Saya yakin teman-teman, antara lain Santana (Sang Raja Nyumpax, dengan julukan aneh: Trempungsing Tabung Tampang Tempedak) masih ingat itu. Begitu juga Abi, Aji, Emil, dan Ramli. Selain banyaknya permainan, kesan masa di SMPN 6 Mataram jadi berlipat-lipat karena di sekolah unggulan tersebut saya menjadi salah satu langganan juara kelas dan juara umum sekolah. Teman seperjuangan di masa SMP yang ga terlupakan juga, khususnya di kelas III, Boyke dan Bayu. Kami bertiga sangat kompak, termasuk dalam hal bermain, belajar, dan jahil.


Masa SMA lain lagi. Kalo sebelumnya lebih banyak bermain, di SMA kebanyakan diisi dengan hang out bareng temen-temen. Teman terdekat saya sewaktu SMA antara lain, Yogi, Rizal, dan Mayzar. Di kelas I saya malah duduk sebangku dengan mereka. Hm, walaupun prestasi akademis semasa SMA ngga pernah tembus ke lima besar, tapi ada hal lain yang bisa saya banggakan di kala SMA itu. Saya menjadi "ketua kelas seumur hidup" (dari pra-MOS, bahkan sampai pasca-kelulusan, ckckck). Catatan tersendiri buat saya karena saya pun sering dilabeli sebagai ketua kelas terdisiplin dan paling rajin. Itu bukan kata saya lho, tapi kata guru-guru. Narsis dikit boleh donk, hehe.. Itulah sekilas masa sekolah saya, masa yang penuh kenangan, sejak awal mengecap pendidikan formal sampai  saat menuntut ilmu di SMAN 5 Mataram tercinta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar