Dia biarkan mentari sinari tubuhnya yang kupuja.
Putih berseri seolah senyum sambut hari-hari padaku.
Matanya biaskan sinar surya gambaran rasa murninya.
Nurnya sempurna kutangkap penuh pesona.
Pelan dia berarak meniti jarak menujuku.
Menyentuh lembut seakan tuntunku ke puncak kekaguman.
Bergejolak ia indah bak ingin tunjukkan keindahan Pencipta.
Kutak ingin ia hilang, kutak ingin ia menghitam.
Karena ia anugerah Tuhan yang tercipta untuk duniaku.
(Tribute to Holy Cloud wherever)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar