Translate

Jumat, 20 April 2012

Dua Sejoli

Sebenarnya saya tidak percaya bila secara biologis, asal muasal keberadaan wanita karena diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Akan tetapi saya percaya akan pernyataan tersebut bila dilihat dari kacamata filsafat, bahwa wanita memang diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri laki-laki. Karena secara simbolis, itu berarti wanita diciptakan bukan dari tulang tungkai kaki, sebagai bawahan laki-laki, bukan pula dari tulang tengkorak, untuk memimpin laki-laki. Namun ya memang dari tulang rusuk yang dapat dimaknai sebagai partner sejajar buat laki-laki karena berada di tengah-tengah. Berada dekat dengan badan untuk senantiasa saling menjaga, dan dekat pula dengan organ hati, yang merupakan simbol adanya kasih sayang.

Hikmah lain yang juga bisa dipetik dari pernyataan bahwa wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki adalah kesetiaan. Betapa tidak, wanita tercipta dari sebuah tulang rusuk kanan yang diambil dari satu orang lelaki. Hanya satu orang lelaki. Jadi, seorang wanita hanya tercipta untuk satu orang lelaki saja. Maka akan jadi tidak wajar jika ada dua atau lebih laki-laki untuk seorang wanita. Tak berbeda dengan laki-laki, di mana laki-laki diibaratkan telah diambil satu tulang rusuknya untuk menciptakan seorang wanita sebagai pasangannya. Hanya satu tulang rusuk yang diambil dari seorang laki-laki untuk menciptakan seorang wanita. Hanya satu tulang rusuk. Maka tidak normal lah jadinya jika seorang laki-laki dalam hidupnya berpasangan dengan lebih dari satu orang wanita. Jika pasangannya lebih dari satu, bahkan mencapai belasan, bisa Anda bayangkan berapa tulang rusuk yang diambil dari tubuhnya??? Bisa-bisa habis tuh tulang rusuk, malah mungkin nombok, hahaha…

Begitu lemah seorang laki-laki dan juga wanita bila dia membutuhkan cinta dari banyak pasangan dalam hidupnya. Satu cinta dari satu pasangan dalam satu masa itu cukup buat laki-laki dan juga perempuan hebat.  Kecuali jika atas alasan-alasan penting, misalnya karena tidak memiliki keturunan, atau untuk meningkatkan harkat dan martabat orang lain. Tentunya bukan berdasar atas alasan nafsu. Karena memilih berpasangan dengan orang yang kita cintai bukan melulu soal nafsu, tapi terlebih kepada rasa cinta itu secara utuh. Itulah yang membuat hubungan percintaan menjadi agung.


Telah banyak sejarah keagungan cinta yang ditorehkan umat manusia di muka bumi ini. Dan dari sekian banyaknya itu, hanya cinta antara satu orang laki-laki dengan satu orang perempuan lah, yang benar-benar bisa menggoreskan cerita abadi dalam kehidupan manusia. Cerita yang dituliskan sebagai awal mula keberadaan manusia, Adam dan Hawa. Dikisahkan Adam dan Hawa turun dari surga dan saling bertemu di bukit kasih sayang dalam prosesi yang begitu agung. Di sana tak ada yang lain, tak ada wanita lain, tak ada laki-laki lain. Yang ada hanya seorang Adam dan seorang Hawa. Karena seorang Hawa memang diciptakan hanya untuk seorang Adam, dan seorang Adam ada hanya untuk mendampingi seorang Hawa.

Risalah cinta lain datang dari kisah Rama dan Sinta. Banyaknya cobaan dalam kisah cinta mereka tak membuat Rama berpaling, pun tak membuat kasih sayang Sinta luntur. Hingga pada cobaan terberat, dengan kekuatan cinta, Sang Rama justru berhasil menyelamatkan Sinta dari tawanan Rahwana, raksasa dasa muka. Di sana pun hanya ada seorang Rama untuk seorang Sinta, dan hanya ada satu Sinta untuk satu orang Rama. Itulah kesetiaan cinta.

Dan dari dataran Eropa banyak kita temui kisah-kisah cinta fenomenal. Bagaimana Romeo dan Juliet setia,   walau harus sampai sehidup semati. Tak ada dan tak pernah terbersit untuk memiliki orang ketiga. Romeo hanya untuk Juliet, Juliet hanya buat Romeo. Hanya ada seorang laki-laki bernama Romeo untuk seorang wanita bernama Juliet, pun hanya ada satu Juliet untuk satu Romeo. Dan masih banyak lagi cerita-cerita kebesaran cinta yang diciptakan dari keteguhan seorang laki-laki memiliki seorang wanita saja, dan kesetian seorang wanita untuk mendampingi seorang laki-laki saja.

Saya pun ingin seperti itu, memiliki percintaan yang sedemikian agungnya. Dikenal dengan seorang pasangan saja di sisi, menikmati masa muda hanya dengannya, hingga saatnya nanti, menghabiskan masa tua sampai akhir hayat cuma bersamanya saja. Begitu pun pula sebaliknya dengan dia…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar