Translate

Jumat, 06 April 2012

Sistem Penghancur

Kita lahir, kemudian tumbuh dan berkembang. Setelah mencapai puncak dari perkembangan dan pertumbuhan itu, kita pun sedikit demi sedikit "rusak" secara fisik. Jantung mulai melemah, hati mengalami disfungsi, kinerja organ-organ lain pun mengalami penurunan. Yang muda menjadi tua. Yang kuat jadi makin lemah. Penyakit berdatangan, dan yang hidup mengalami kematian. Tak hanya kita (manusia) namun semua makhluk hidup mengalami fase yang sama. Lahir, tumbuh dan berkembang, kemudian mati. Semua hewan lahir, ada yang melalui proses tetas telur, ada yang membelah dirinya, ada juga yang diberanakkan. Namun intinya semuanya terlahir ke dunia. Semuanya pun berkembang dengan cara masing-masing. Akan tetapi apapun proses yang dijalani, semua berujung pada kerusakan, kemudian mati. Tumbuhan pula demikian. Hidup, baik secara alami maupun buatan, secara fisik tumbuh memanjang dan berkembang membesar. Betapa pun panjang kurun waktu hidupnya, semua berakhir dengan satu kata, mati.

Mati tak hanya terbatas pada yang bernyawa saja. Yang tak bernyawa pun akhirnya mati. Tentunya bukan dalam pengertian berpisahnya jiwa dengan jasad, tapi tak ada lagi kesatuan antara wujud dan kegunaan. Benda-benda di alam dari yang besar hingga sekecil-kecilnya pasti sedikit demi sedikit mengalami reduksi, lalu kemudian musnah. Musnah di sini bukan lenyap tiba-tiba, namun lenyap dari eksistensi awalnya, berupa kesatuan antara wujud dan kegunaannya tadi, dengan cara berproses tentunya. Matahari yang sekarang kita lihat bersinar terang, pada waktunya nanti telah diprediksi akan mati oleh para ilmuwan. Matahari akan menjadi bintang mati, bahkan mungkin juga suatu saat nanti akan hancur, musnah dari eksistensi awalnya. Begitu pun dengan alam semesta tempat kita hidup ini, akan musnah dari eksistensi awalnya. Gunung-gunung, lautan, sungai, batu, bahkan butiran pasir pun berproses menuju musnah.
 

Setali tiga uang dengan hal-hal di atas, benda-benda buatan manusia pun tak pelak dari sebuah kemusnahan. Dari gubuk-gubuk kayu di tepi sawah, hingga gedung yang dibuat dengan baja dan beton, semua musnah. Dari sepeda besi tua, sampai pesawat tempur teknologi canggih, musnah. Perkakas sederhana, musnah. Gadget mutakhir, musnah. Singkat kata, segalanya akan musnah, seolah-olah alam ini adalah sebuah sistem penghancur yang kompleks dan terorganisir. Alam bisa melapukkan, alam bisa mengkorosi, alam pun bisa mendegradasi segala yang mampir kepadanya. Bukan kejam, tapi inilah the law of nature, hukum alam yang memang terus berproses. Hukum alam yang juga menjadi kehendak Tuhan, hukum Tuhan. Sederhananya, segala bentuk materi yang “terlahir” di alam ini, baik terlahir dari proses biologis maupun proses berpikir, pasti akan musnah. Alam ini memusnahkan segala yang dikandungnya. Oleh sebab itu, kita harusnya siap-siap kala jadi bagian dari peristiwa musnah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar