Translate

Selasa, 17 Mei 2011

Anomali Cinta

Tulisan ini bukan untuk dipahami secara letterlijk. Ini hanya celetukan (atau mungkin ada yang menganggap guyonan) tentang keanehan cinta yang tiba-tiba terpikirkan. Ada banyak penyimpangan-penyimpangan yang ditimbulkan oleh perasaan cinta yang (bisa dikatakan) menumpulkan logika. Beberapa pemahaman umum yang selama ini digunakan ternyata begitu mudahnya dipatahkan karena cinta atau atas alasan cinta. Baik itu disadari atau tidak.


Dalam teori matematika, telah dipahami bahwa 1 + 1 = 2
Tapi dalam hal penyatuan cinta, analisis itu seolah "disanggah". Di mana satu hati yang digabungkan dengan satu hati lainnya akan menyatu dalam cinta. *so sweeeeeett... :D
Maka formulasi cintanya menjadi 1 + 1 = 1
Haha, ternyata cinta bisa dirumuskan juga. Hasilnya berbeda dari rumus matematika. Pastinya karena bahasa cinta berbeda dengan bahasa eksak.

Ngomong-ngomong soal bahasa, ada anomali cinta juga dalam berbahasa. Orang-orang mengerti bahwa ungkapan "Aku cinta kamu" atau "I love you" atau "Ich liebe dich" atau "Aishiteru" ataupun dalam bahasa-bahasa lainnya, itu mengungkapkan perasaan cinta dari seseorang kepada orang lain. Tapi dalam bahasa cinta, itu ngga kepake. Tidak mesti menyatakan cinta secara harfiah. Cinta sudah bisa dimengerti dari gelagat dan dipahami dalam rasa satu sama lain. Ajaib seh, tapi itu nyata :D

Ada lagi nih keajaiban yang disebabkan oleh cinta. Secara ilmu kedokteran, kebutaan dikarenakan pasokan darah ke saraf mata yang bertugas menghantar hasil pengelihatan mata ke otak terhambat. Hambatan pasokan darah menyebabkan sel-sel saraf mati secara progresif. Hal tersebut bisa disebabkan oleh infeksi, katarak, glaukoma, atau penyakit-penyakit lainnya. Itu teorinya...
Namun di luar segala teori yang ribet-ribet itu, ada hal lain yang tanpa disadari dapat menyebabkan kita buta. Itulah cinta, ckckck...

Karena cinta itu buta, maka banyak simpangan-simpangan yang terjadi karenanya. Dalam hukum juga demikian. Orang yang bersalah akan dimpuni hanya karena orang tersebut dicintai. Padahal hukumnya sudah jelas bahwa yang bersalah harus diadili. Kalau diampuni begitu saja kan justru ngga adil toh. Subjektif. Itulah cinta yang buta. Tapi tenang aja. Ngga semua orang jadi subjektif karena cinta, hehe.. So, asyikin aja lah tu cinta...

Hm, mungkin masih banyak lagi anomali-anomali yang disebabkan oleh suatu hal yang disebut cinta ini. Setiap orang mungkin punya pikiran-pikiran lain dalam benaknya. Itulah cinta, dengan segala keanehannya. Agung, ajaib, dan terkadang subjektif. Semoga kita bisa menikmatinya dan mengambil positifnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar