Bumi ini dihuni kurang lebih 7 milyar umat manusia. Tapi ngga semua manusia itu punya rasa kemanusiaan. Apa mungkin ada manusia jadi-jadian di bumi ini ya, sampai-sampai ada yang ngga punya rasa kemanusiaan? Mungkin bukannya ngga punya, tapi lebih tepat kalau dikatakan rasa kemanusiaannya ditutupi oleh dominasi nafsu yang sangat besar. Penindasan di mana-mana, perang di sana sini. Nafsu kekuasaan dan materi terbukti telah mengikis semangat kemanusiaan yang mestinya dimiliki oleh semua manusia (manusia beneran :D).
Sangat tepat jika Indonesia memaktubkan 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab' sebagai salah satu dasar ideologi bangsa. Pandangan Internasionalisme. Itulah sinonim yang tepat untuk azas tersebut. Bukan hanya diimplementasikan untuk manusia-manusia Indonesia, tapi juga manusia-manusia yang ada di seluruh muka bumi ini. Sila yang dengan tegas menyiratkan keadilan bagi seluruh umat manusia dan dijiwai keberadaban di dalamnya. Yang kemudian sila tersebut diintegralkan ke dalam sila pertama (Ketuhanan yang Maha-Esa) menjadi suatu pandangan yang universal. Di mana yang adil dan beradab tak hanya bagi manusia tetapi juga semesta alam.
Sangat tepat jika Indonesia memaktubkan 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab' sebagai salah satu dasar ideologi bangsa. Pandangan Internasionalisme. Itulah sinonim yang tepat untuk azas tersebut. Bukan hanya diimplementasikan untuk manusia-manusia Indonesia, tapi juga manusia-manusia yang ada di seluruh muka bumi ini. Sila yang dengan tegas menyiratkan keadilan bagi seluruh umat manusia dan dijiwai keberadaban di dalamnya. Yang kemudian sila tersebut diintegralkan ke dalam sila pertama (Ketuhanan yang Maha-Esa) menjadi suatu pandangan yang universal. Di mana yang adil dan beradab tak hanya bagi manusia tetapi juga semesta alam.
Negara-negara di dunia boleh beragam dengan etnis dan warna kulit yang berbeda-beda. Manusia punya ideologi, kepercayaan, dan pemahaman yang tak sama, pun terbagi dalam benua yang terpisah satu dengan yang lainnya. Tapi di atas semua itu, kita semua tetap sama, kita semua tetap satu, kita semua manusia. Di mana harusnya keragaman dan perbedaan dalam kehidupan bukan untuk memecah belah. Bukan untuk memicu pertikaian dan peperangan. Bukan juga sebagai alasan penindasan bagi sesama. Justru Jika kita menghayati bahwa kita semua punya kesamaan yang mendasar dengan hak-hak azasi yang sama, maka pantaslah bagi kita untuk saling memahami dan bersatu dalam kerangka peri-kemanusiaan.
Ach, mungkin itu semua terlalu idealis diterapkan di tengah manusia-manusia yang telah tumpul rasa kemanusiaannya (mungkin kebanyakan demikian). Malah mungkin ada yang bakal menganggap itu sebagai sampah, omong kosong, atau mimpi belaka. Tapi kita tak boleh apatis, paling tidak, tulisan ini bisa membuat kita sedikit teringat bahwa kita masih punya pegangan 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab' tersebut. Sila yang harus diaplikasikan, bukannya hanya dijadikan simbol yang membuat kita bangga pada momen-momen tertentu saja.
Daripada tidak sama sekali, saya pikir lebih baik tulisan yang (mungkin) akan dianggap mimpi kosong ini diterbitkan. Sekali lagi, paling tidak ini akan membuat kita sedikit teringat akan hakikat kita sebagai manusia yang berperi-kemanusiaan dan selanjutnya berbangga atas azas Kemanusiaan kita, tak hanya pada momen tertentu saja, tapi untuk selama hidup kita.
Ach, mungkin itu semua terlalu idealis diterapkan di tengah manusia-manusia yang telah tumpul rasa kemanusiaannya (mungkin kebanyakan demikian). Malah mungkin ada yang bakal menganggap itu sebagai sampah, omong kosong, atau mimpi belaka. Tapi kita tak boleh apatis, paling tidak, tulisan ini bisa membuat kita sedikit teringat bahwa kita masih punya pegangan 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab' tersebut. Sila yang harus diaplikasikan, bukannya hanya dijadikan simbol yang membuat kita bangga pada momen-momen tertentu saja.
Daripada tidak sama sekali, saya pikir lebih baik tulisan yang (mungkin) akan dianggap mimpi kosong ini diterbitkan. Sekali lagi, paling tidak ini akan membuat kita sedikit teringat akan hakikat kita sebagai manusia yang berperi-kemanusiaan dan selanjutnya berbangga atas azas Kemanusiaan kita, tak hanya pada momen tertentu saja, tapi untuk selama hidup kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar