Translate

Selasa, 17 Mei 2011

Bahagiaku

Setelah menceritakan tentang diri saya, kini saya akan menuliskan tentang kebahagiaan yang saya rasakan. Ya, saya sangat bahagia. Bukan karena mendapat undian 1 milyar. Bukan karena memperoleh gelar cum laude. Bukan juga karena jalan-jalan keliling dunia.
*Padahal kalau dipikir-pikir pengen banget seh, hehe.

Tapi bukan itu semua yang membuat betapa bahagianya saya. Cuma ada satu kata. Kata yang sederhana namun punya makna dalam (setidaknya buat saya). Semua orang memilikinya namun tidak semua memperhatikannya (mungkin karena begitu sederhananya). Itulah yang disebut KELUARGA. Kata yang indah bukan? Terang saja saya bahagia karenanya.

Bukan keluarga yang kaya raya. Bukan pula keluarga yang punya pengaruh besar. Keluarga saya adalah keluarga yang sederhana, keluarga yang sedang-sedang saja. Keluarga kecil yang terdiri dari dua orangtua (maksudnya: tidak menganut sistem poligami) dan tiga orang anak (dua lelaki dan seorang perempuan). Namun ada satu hal yang unik dalam keluarga saya dan saya pikir itulah yang membuatnya istimewa. Penuh dengan kombinasi, baik secara fisik maupun kepribadian.


Dengan berbagai kombinasi itu, keluarga saya menjadi sebuah keluarga yang lengkap. Bapak adalah seorang yang tenang dan bijaksana, sementara Mama ekspresif dan lugas. Dari segi pemikiran, perpaduan antara religius dan sekuler, itulah Mama dan Bapak. Bapak lebih mengutamakan rasio sementara Mama lebih kepada perasaan. Selain itu, tipe fisik mereka pun berbeda. Mama lebih putih dan Bapak cenderung sawo matang (warna kulitnya). Dengan kombinasi genotipe dan fenotipe itu, jelaslah bahwa putra-putri yang terlahir kemudian memiliki kombinasi yang juga beragam.

Nampaknya itu sudah sungguh disadari dan sangat dihayati. Hingga kami anak-anaknya diajarkan untuk menghormati karakter-karakter yang berbeda itu. Tak hanya dalam keluarga, tapi juga di lingkungan sekitar. Bahkan dalam disiplin ilmu pun saya dan kedua kakak saya dianjurkan untuk berbeda. Kakak sulung saya (laki-laki) mengambil bidang Ekonomi dan kakak yang kedua (perempuan) di bidang Keguruan. Sementara saya sedang menjalani studi di Fakultas Teknik. Tentunya perbedaan di antara kami itu dipupuk atas dasar bahwa perbedaan itu indah bila saling melengkapi dan dengan perbedaan, kita akan kuat bila terus bersatu. Hal itu membuat saya bangga dalam keluarga ini. Walaupun keluarga yang sederhana namun sangat luar biasa buat saya.

Mungkin sebagian orang menganggap saya terlalu berlebihan menceritakan semua itu. Karena bukankah setiap orang memang terlahir dalam keluarganya masing-masing? Tentunya. Tapi tidak semua orang bisa berbahagia dan bangga dengan keberadaan keluarganya. Itulah yang menjadi alasan mengapa saya menulis postingan ini. Agar setiap orang yang mungkin sedang mengalami persoalan itu bisa "berdamai" dengan diri dan kehidupannya. Hingga mampu turut berbahagia bersama keluarganya sebagaimana yang saya rasakan.

This note especially dedicated to all "my happiness":
Derlan Mustika (My Father)
Budiarti (My Mother)
Wira Patria (My Brother)
Nurma Sinanten (My Sister)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar