Translate

Rabu, 18 Mei 2011

Kuliah Umum Bung Karno

Kutipan kuliah umum Bung Karno tentang Agama di Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 1958:

"Saya akan menceritakan saudara-saudara sekalian, hikayat seekor gajah dan empat orang buta.


Pada suatu hari, Sri Baginda suatu negara menyuruh mendatangkan gajah beliau di halaman istana dan memerintahkan pada waktu yang sama mendatangkan pula empat orang buta. Setelah gajah dan empat orang buta ini tiba maka Sri Baginda meminta supaya orang-orang tuna-netra itu masing-masing menjawab pertanyaan, 'Apakah gajah itu?'

Untuk menjawab pertanyaan itu, keempat orang buta diminta secara bergilir mendekati dan meraba-raba tubuh gajah itu.

Orang buta pertama maju dan terpeganglah olehnya ekor gajah itu, yang dipegangnya dari pangkal sampai ke ujung. Kemudian ia berkata, 'Gajah menyerupai penghalau lalat, tapi agak lunak dan panjang.'

Orang buta kedua maju dan kebetulan yang dipegangnya adalah kaki si gajah. Berkatalah ia, 'Gajah seperti bambu besar, meski agak lunak.'

Orang buta ketiga maju. Ia diperkenankan naik tangga, maka terpeganglah telinga gajah itu. Berkatalah ia, 'Gajah itu seperti daun besar dan tebal.'

Akhirnya tiba giliran orang buta keempat. Terpegang olehnya belalai gajah, dan diraba-raba. Setelah itu berkatalah ia, 'Gajah itu seperti pipa karet yang besar.'

Nah saudara-saudara, siapakah yang benar di antara keempat orang-orang buta itu? Jawabannya mudah. Mereka semua benar meski jawaban mereka berlainan. Begitulah saudara-saudara, keadaan agama. Di Indonesia ada bermacam-macam agama. Semuanya benar seperti jawaban-jawaban orang buta tentang gajah itu juga benar. Karena manusia itu kecil, ia tidak dapat mengetahui segala sesuatu. Yang dapat dilihat atau dipahaminya hanya sebagian atau beberapa segi alam wujud ini."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar