Translate

Selasa, 10 Mei 2011

Yang Kontroversi yang Melegenda - Bagian I (John Lennon)

Sejarah telah membuktikan bahwa manusia-manusia kontroversial lebih melegenda dibanding yang lainnya. Dengan kontroversi, seseorang jadi tampil beda, mudah diingat, maka susah pula untuk dilupakan. Itulah yang terjadi pada beberapa seniman berikut, yang menurut saya berani tampil beda dengan kontroversinya masing-masing. Di satu sisi diagung-agungkan bak pahlawan, di sisi lain dicela sebagai "pemberontak zaman".


A. John Lennon

Mulai dari celotehnya yang mengatakan bahwa dirinya lebih terkenal daripada Yesus, hingga pemikirannya untuk membuat “Negara Utopia” di mana orang bisa hidup bebas tanpa ada aturan dan setiap orang adalah negara itu sendiri, menimbulkan pro dan kontra. Entah hanya pernyataan polosnya atau sebuah kritikan, yang jelas, pernyataan-pernyataan itu adalah kontroversi John Lennon yang sangat "sukses". Boikot atas diri dan bandnya (The Beatles) terjadi di mana-mana. Karya-karya sang legenda dibakar. Tingkah lakunya pun membuat Presiden Amerika Serikat kala itu, Presiden Nixon “kebakaran jenggot”. Tidak tanggung-tanggung, badan intelijen Amerika Serikat juga dibuat kalang kabut. Ini sangat menarik karena Lennon bukan warga negara AS. Tapi kedekatannya dengan aktivis-aktivis flower generation dan juga statement yang Lennon keluarkan di media cukup untuk membuat pemerintah AS berulang kali menangguhkan keinginan Lennon untuk menjadi warga negara Amerika Serikat.


Tak hanya dikenal sebagai musisi jenius, Lennon juga besar dalam kiprahnya sebagai aktivis politik. Di tahun-tahun itu (1960-an dan 1970-an), pemerintah AS sedang getol mengirim anak muda mereka untuk berperang ke Vietnam. Lennon menentang perang itu. Bersama istrinya, Yoko Ono, ia berkampanye menyuarakan sikap anti-perang. Sebuah kamar hotel mereka sulap jadi ajang pernyataan politik. ”Make Love Not War” begitu semboyan mereka. Kali lain Lennon bersenandung ”All We Are Saying Give Peace A Chance” atau "War Is Over, If You Want It". Lennon menyuarakan perdamaian lewat lagu dan slogan-slogan rock n roll era psychedelic dengan cara yang berbeda. Buat pemerintah Amerika Serikat, cara-cara yang digunakan Lennon terlalu radikal dan mengganggu ketertiban umum. Yang pasti, suara Lennon terlalu "nyaring" dalam mengungkapkan idenya. Senyaring suaranya dalam menyanyikan lagu-lagunya.

John Winston Lennon nama aslinya, lahir pada tanggal 9 Oktober 1940 di Liverpool, dari pasangan Julia Stanley dan Alfred Lennon. Kejadian menyedihkan dialami Lennon ketika ibunya meninggal tertabrak mobil di dekat rumah Mimi Smith (kakak tertua ibunya), di depan mata Lennon yang saat itu masih berusia 17 tahun. Sifat anti-pihak penguasa mungkin bermula dari peristiwa ini. Ibunya meninggal dunia karena kecerobohan seorang polisi mengendara dalam keadaan mabuk, kendati demikian polisi tersebut lepas dari segala tuntutan. John Lennon memulai karier musiknya dengan membentuk band The Quarrymen di tahun 1957. Di tanggal 6 Juli 1957, Quarrymen tampil pada sebuah acara gereja di Gereja St. John, Woolton. Di acara inilah Lennon pertama kali bertemu dengan Paul McCartney. Quarrymen dalam perjalanannya beberapa kali mengganti nama, dan personel-personelnya datang dan pergi. Band itu kemudian bernama The Beatles, nama yang konon ditemukan oleh Lennon di tahun 1960, beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best.

Saat ia masih bergabung dengan The Beatles, Lennon bersama Yoko Ono (istrinya) merekam tiga album eksperimental, Unfinished Music No. 1: Two Virgins, Unfinished Music No. 2: Life With The Lions, dan Wedding Album. Album Imagine menyusul di tahun 1971, dan lagu dengan judul yang sama menjadi anthem bagi gerakan anti-agama dan anti-perang. Videonya direkam serba putih (pakaian putih, piano putih, ruangan putih). Sometime In New York City (1972) lantang dan secara eksplisit berbau politik, dengan lagu mengenai pemberontakan di penjara, diskriminasi rasial, peran Inggris terhadap Irlandia Utara, dan permasalahannya sendiri dalam memperoleh Green Card di Amerika Serikat. Lennon telah tertarik pada politik sayap kiri sejak akhir tahun 1960. The Beatles dan John Lennon begitu fenomenal di zamannya. Bahkan sempat menjadi sesuatu yang paling populer di masa itu karena pada setiap konser, The Beatles berhasil menarik perhatian begitu banyak orang dan saat itu mereka pernah memecahkan rekor penonton terbanyak.

Di lorong pintu masuk bangunan dimana ia menetap, The Dakota, tanggal 8 Desember 1980, John Lennon meninggal setelah ditembak empat kali oleh penggemarnya yang "gila" (Mark David Chapman). Lennon diumumkan meninggal di kedatangan di St. Luke's - Roosevelt Hospital Center, di mana telah dinyatakan bahwa tak seorang pun yang dapat hidup lebih lama setelah mengalami peristiwa seperti itu.  Meskipun telah pergi sejak 30-an tahun silam, nama Lennon masih tetap dikenang berkat sepak terjang, kontroversi, dan karyanya. Slogan seperti “Make Love, Stop War!” dan juga kata “Peace” beserta logonya yang masih sering digunakan sampai saat ini adalah bentuk protes Lennon terhadap zamannya. Tahun 2000, John Lennon Museum dibuka di Saitama Super Arena di Saitama, Jepang, dan dua hari kemudian Liverpool mengubah nama bandar udaranya menjadi Bandar Udara John Lennon Liverpool, dan mengambil motto "Above Us Only Sky". Tanggal 9 Oktober 2007, yang merupakan ulang tahun Lennon ke-67, Ono memutuskan untuk membuat tugu peringatan bernama Imagine Peace Tower, terletak di pulau Videy, Islandia. Setiap tahun, antara 9 Oktober dan 8 Desember, tugu ini menyalakan sinar lampu lurus ke langit.

*Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar