Translate

Rabu, 11 Mei 2011

Pengen Jadi Anggota Dewan yang (katanya) Terhormat

Semalam saya bermimpi. Mimpinya buruuuk sekali. Sampai-sampai saya kaget dan terbangun karena terkejut. Saya memimpikan anggota dewan yang ada di sebuah negara bernama Indonesia. Dalam mimpi itu, para anggota dewan mengajukan permohonan untuk membangun gedung baru buat mereka. Sebelumnya, kurang dari seminggu yang lalu saya pun bermimpi tentang anggota DPR di negeri yang sama. Waktu itu saya bermimpi para anggota DPR ingin mengadakan program "jalan-jalan" ke luar negeri (mereka seh nyebutnya studi banding). Di tengah rakyat yang pada boring dan bokek, para anggota dewan yang (katanya) terhormat itu malah asyik memanjakan diri. Bukannya "menghibur" rakyat, eh malah menghibur diri pakai uang rakyat.

Hufh, belum aja lupa dengan mimpi studi banding, datang lagi mimpi konyol tentang pembangunan gedung baru itu. Bukan hanya wacananya yang konyol. Tapi alasan mengeluarkan wacana itu pun konyol. Alasan pertama, karena gedung lama telah mengalami kemiringan kurang lebih 7 derajat. Nah lho, Menara Pisa aja yang kemiringannya cuma sekitar 3.9 derajat udah bikin heboh dunia. Apa iya seh, gedung DPR sampai miring 7 derajat?? Tapi dalam mimpi saya itu, alasan kemiringan 7 derajat itu kemudian diuji kebenarannya oleh pihak ITB (Institut Teknologi Bandung). Setelah dilakukan pengukuran terhadap gedung yang diklaim miring itu, hasilnya NO. Gedung itu cuma miring 0.12 derajat. Dengan demikian, berarti alasan pertama sudah jelas mengada-ada.

Fakta lapangan berhasil mementahkan alasan pertama tadi. Mungkin karena alasan pertama itu gagal atau mungkin karena para anggota dewan yang terhormat memang punya alasan lain (entahlah), maka muncul alasan kedua. Gedung yang ada kini telah sesak dan tidak kondusif. Itulah alasan keduanya. Lalu parameter sesak dan kondusif itu kira-kira seperti apa ya?? Alasan yang sangat subjektif saya pikir (walaupun mimpi tapi tetep bisa mikir ternyata, hehe). Apa mesti dilengkapi kolam renang biar ngga sesak?? Atau mungkin perlu fasilitas spa supaya anggota dewannya bisa merasa kondusif?? Ckckck, sangat berlebihan. Sebab setahu saya, tugas anggota dewan kan membuat undang-undang, mengatur anggaran, dan pengawasan terhadap pelaksanaan perundang-undangan. Yang intinya mewakili rakyat yang sudah mempercayakannya lah. Bukannya atlet renang yang perlu kolam. Tidak sesuai dengan profesionalismenya juga bila gedungnya mesti dilengkapi sarana spa. Sungguh kekonyolan yang nyata :DD
 

Setelah kaget karena dicekoki dengan banyaknya kekonyolan itu, akhirnya saya pun terbangun dari tidur. Mimpi itu tiba-tiba lenyap begitu saja. Tapi saya berpikir, seandainya mimpi itu jadi nyata, sungguh ironisnya. Di tengah banyknya rakyat yang masih melarat, anggota dewan justru "minggat" ke luar negeri. Di saat gedung sekolah masih banyak yang roboh, anggota dewan malah pengen gedung DPR baru.

Keinginan itu tidak salah bila manfaat dan tujuannya tepat. Studi banding bila dilakukan dengan sebenar-benarnya studi banding, tentunya itu hal yang baik. Namun fakta yang ada selama ini, studi banding hanya berakhir dengan jalan-jalan dan shopping. Sementara manfaat untuk rakyat dari hasil studi bandingnya tidak bisa dirasakan secara nyata. Dan perihal pembangunan gedung baru yang ada juga dalam mimpi saya itu, tentunya sangat membanggakan bagi rakyat. Rakyat akan sangat bahagia bila pembangunan di negerinya berjalan dengan pesat, termasuk juga dengan pembangunan gedung DPR. Akan tetapi, perlu dilihat apakah pembangunan sudah merata di seluruh negeri. Bila sekolah masih banyak yang rusak, pasar-pasar rakyat hancur di mana-mana, dan kaum-kaum miskin masih banyak yang tidur di pinggir jalan, apa perlu pembangunan gedung mewah nan glamor itu dilakukan?? Apalagi dengan alasan yang tidak masuk akal secara fakta maupun proporsinya. Lebih baik pembangunan dilakukan secara merata dulu, baru setelah itu, diintensifkan.

Mimpi yang saya alami itu memang buruk. Tapi setidaknya itu membuat saya sadar betapa "enaknya" jadi anggota DPR. Tak heran jika banyak yang ingin menjadi anggota dewan yang (katanya) terhormat itu, termasuk saya, hehe.

Bukan bermaksud menjelek-jelekkan Dewan Perwakilan Rakyat tapi tulisan ini hanya bentuk kekecewaan saya (rakyat kecil) terhadap tingkah polah oknum wakil-wakilnya yang (kalo bisa dibilang) sudah kebablasan. Karena, jujur saya sendiri pengen lho jadi anggota dewan (seperti yang saya katakan tadi). So, akan lebih baik jika saat saya menjadi anggota dewan nanti, keadaan mentalitas para anggota dewan sudah lebih baik dari saat ini. Biar saya ngga ikut-ikutan kebablasan, hehe.

Harapan saya, semoga mimpi-mimpi yang saya ceritakan tadi tidak menjadi nyata. Dan semoga segala keinginan "nyeleneh" para wakil rakyat kita tetap jadi mimpi belaka. Biarlah kali ini mimpi tetap mimpi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar